BATANG – Warga Batang, terutama mereka yang sibuk bekerja pada siang hari, tetap bisa menjalani vaksinasi Covid-19 tanpa harus meninggalkan pekerjaannya. Caranya dengan mengikuti program vaksinasi malam hari yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polres Batang.
Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Yuli Suryandaru, mengutarakan, vaksinasi malam merupakan bagian dari upaya percepatan vaksinasi di Kabupaten Batang. Kegiatan tersebut sudah berlangsung beberapa kali.
“Makanya kami harus bergerak untuk jemput bola. Sebenarnya kegiatan semacam ini sudah dilakukan di beberapa tempat, termasuk di Hutan Kota Rajawali dan khusus malam ini kami bekerja sama dengan Satlantas,” terangnya saat memantau kegiatan vaksinasi keliling di Jalan Veteran, beberapa hari lalu.
Ia menambahkan, pelayanan vaksinasi malam hari digelar pada pukul 20.00-22.00 WIB. Waktu layanan akan diperpanjang apabila calon pesertanya cukup banyak.
“Kami tidak membatasi waktu vaksinasi, hanya saja tetap melihat apakah masih ada yang mau divaksin atau tidak. Kalau masih banyak yang mengantre, sampai jam 24.00 pun kami siap,” terangnya, dilansir jatengprov.go.id.
Selain vaksinasi malam hari, lanjutnya, puskesmas di seluruh wilayah Batang juga telah melakukan vaksinasi dari rumah ke rumah, bahkan hingga ke pedukuhan. Dampaknya, sampai dengan pertengahan Desember 2021, capaian vaksinasi untuk umum sudah mencapai 63,02 persen dan lansia 49,72 persen.
“Persedian vaksin di Dinas Kesehatan yaitu AstraZeneca sebanyak 20 ribu yang bisa mencukupi kebutuhan hingga dua pekan ke depan,” bebernya.
Kasatlantas Polres Batang, AKP Dhayita Daneswari mengatakan, kegiatan vaksinasi Covid-19 malam hari tersebut bertujuan untuk membantu percepatan capaian vaksinasi di Kabupaten Batang.
“Sasarannya kepada masyarakat di titik kumpul untuk mempermudah, apabila tidak sempat vaksin di pagi atau sore hari. Jadi kami menyediakan layanan vaksinasi keliling malam hari,” ungkapnya.
Ia menegaskan, vaksinasi keliling akan terus digencarkan di sejumlah titik kumpul warga. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk kembali dilaksanakan di tempat yang sama, dengan sasaran 200 orang.
“Respons dari masyarakat antusias sekali. Mereka sangat terbantu dengan adanya vaksinasi keliling ini, karena dipermudah untuk mendapatkan layanan,” beber Dhayita.
Salah satu peserta vaksinasi, Nur Dwi Riskyana, menuturkan, ia mendapatkan informasi tentang program tersebut dari orang tuanya. Menurutnya, program tersebut bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga yang memiliki kesibukan dari pagi sampai siang hari.
“Saya lebih milih vaksinasi malam hari karena kalau pagi sampai siang sibuk bantu ibu jualan nasi megono. Ini dosis pertama, dan memang belum pernah divaksin sama sekali karena sebetulnya takut jarum suntik,” ungkapnya. (*/cr1)










