oleh

Optimalkan Layanan Kecelakaan Kerja, BPJS Ketenagakerjaan Cimone Gandeng Klinik dan Puskesmas

TANGERANG – Kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Cimone menggelar acara penandatanganan kerjasama dengan 14 klinik dan 10 puskesmas.

Acara ini berlangsung di Hotel Soll Marina, Jatiuwung, Kota Tangerang, dan menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK).

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cimone, A. Fauzan menjelaskan bahwa kerjasama ini bertujuan untuk memberikan kemudahan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi peserta yang mengalami kecelakaan kerja maupun Penyakit Akibat Kerja (PAK).

Baca Juga  Korban Terjamin Santunan, Jasa Raharja Respon Cepat Kecelakaan Mobil dan Truk Ekspedisi di Tol Pemalang-Batang

“Kami ingin memastikan bahwa pekerja yang mengalami kecelakaan atau penyakit akibat kerja mendapatkan pemulihan yang optimal, terutama bagi mereka yang memiliki tuntutan pekerjaan khusus atau risiko medis tinggi,” ujarnya. Kamis, (19/12).

Fauzan juga menambahkan bahwa dengan adanya kerjasama ini, diharapkan layanan PLKK dapat lebih merata dan menjangkau seluruh pekerja di Tangerang, sehingga mereka dapat kembali bekerja dengan aman dan efisien.

“Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya program JKK dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) di kalangan pekerja dan perusahaan,” tutupnya.

Baca Juga  Klaim Tembus Rp551,3 Miliar, BPJS Ketenagakerjaan Tangerang Cimone Tegaskan Layanan Gratis Tanpa Calo

Sementara itu, dr. Arrayanthi Bratakusuma, MKK, SpOk dari RS Dinda Kota Tangerang, menyoroti tantangan yang dihadapi tenaga medis dalam penatalaksanaan penegakan penyakit akibat kerja maupun program kembali kerja (return to work).

“Program kembali bekerja bertujuan untuk membantu pekerja yang sakit atau cedera agar dapat kembali bekerja secepat dan seefisien mungkin. Program ini tidak hanya terbatas pada pekerja yang mengalami cacat, tetapi juga merupakan bagian dari tata laksana okupasi yang mencakup penilaian kelaikan kerja dan penilaian kecacatan,” katanya dalam sosialisasinya.

Baca Juga  World Clean Up Day (WCD) di Pantai Caringin Pandeglang Sukses Digelar

Ia juga menjelaskan bahwa pelayanan kembali bekerja dari aspek kedokteran okupasi mencakup penilaian laik kerja awal, program kembali bekerja, penilaian laik kerja lanjutan, dan penilaian kelaikan kerja tahap akhir.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kompetensi dan kewenangan tenaga medis dalam penatalaksanaan kembali bekerja,” tambah dr. Arrayanthi.

News Feed