KABUPATEN SERANG – Sampah adalah suatu problematika serius negara Indonesia, mulai dari desa hingga ke kota sampah selalu menjadi masalah yang terjadi di masyarakat,mulai dari banjir, penyakit dan lainya membuat sampah menjadi problematika serius.
“Kurangnya edukasi membuat masyarakat mengabaikan pembuangan sampah dan minimnya pengelolaan pemerintah dalam mengelola sampah, maka bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) pada tanggal 21 Februari 2021
Maka dengan hal tersebut Organisasi kepemudaan dari tingkat desa, kecamatan, sampai Kabupaten yaitu Anyar Lor Corporation ( ALC ), SAPMA PP Kabupaten Serang, SAPMA PP Pelajar Gabungan Anyar, Youtuber Anyar, Karang Taruna Desa Anyar, Karang Taruna Desa Grogol Indah, Karang Taruna Desa Mekarsari, Karang Taruna Desa Cikoneng, Kepemudaan Inda Ratu, Kepemudaan Aduder, Cekatan Desa Cikoneng
“ Selain itu juga Babinsa Koramil Anyar dan Babinkamtibmas Polsek Anyer, serta dihadiri oleh dua orang perwakilan anggota DPRD Kabupaten Serang yaitu H.Riki Suhendra (Demokrat) dan H.Suja’i SH.MM (Gerindra ) yang didukung oleh Forum Industri Kepuh dan Gunung Sugih (FIKS ) yang terdiri dari 7 Perusahaan, Asahimas Chemical ( ASC ). Chandra asri, NSI, Dongjiin, Loc, Indorama, Sankyu dengan memberikan dukungan dan memfasalitasi , gerakan sosial ini tanpa mengabaikan protokol kesehatan.
“ Dikatakan H.Riki Suhendra anggota DPRD kabupaten Serang ( Demokrat) kegiatan ini adalah menggagas suatu Gerakan sosial bersih-bersih daerah Anyar dengan tema “ Anyar Kawasan Wisata Bukan Tempat Sampah “ yang bertujuan untuk meminimalisir dampak yang di timbulkan oleh sampah itu sendiri, Gerakan ini mencakup pembersihan sampah, dan pengedukasian tentang sampah kepada masyarakat Anyar kecamatan Anyar kabupaten Serang provinsi Banten, Kata H.Riki Suhendra, Minggu (21/2/2021) “ Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co
Lanjut ia “ Dalam Gerakan sosial ini, organisasi kepemudaan melakukan Gerakan ini pada tanggal 21 Februari 2021 di beberapa titik di daerah Anyar seperti tugu selamat datang Anyar, kampung Pegadungan, kampung Salatuhur, dan jalur protokol pariwisata kecamatan Anyar. “ Imbuhnya
Dengan minimnya perhatian pemerintah daerah membuat gerakan sosial ini timbul, Ketika pemerintah menggaungkan pariwisata di kabupaten Serang tapi banyak sampah disekitar wilayah pariwisata membuat turun penggunjung tempat wisata.
Sehingga dengan gerakan ini menarik pemerintah daerah untuk turut andil dalam gerakan ini untuk memfalisitasi dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sampah dan penyediaan tempat sampah sementara terpadu untuk wilayah kecamatan Anyar, dan di harapkan pemerintah daerah semakin peduli tentang lingkungan sekitar perihal sampah dan kesejahteraan sosial. “ Pungkas H.Riki Suhendra *( UJANG.RH)








