oleh

Pasang Ring Setelah Serangan Jantung Bisakah?

Kesehatan – Ring jantung dipasang untuk membuka sumbatan pada aliran darah. Namun, serangan jantung tetap mungkin terjadi setelah pasang ring jantung.

Risiko serangan jantung itu terkait dengan keberhasilan atau daya tahan pemasangan ring jantung pada hasil akhir tindakan. Optimal atau tidaknya pemasangan ring bisa berpengaruh terhadap kemungkinan risiko serangan jantung.

“Mungkin pemasangan ring kurang optimal, lalu tidak terdeteksi saat tindakan,” ujar ahli kardiovaskular, dr Dafsah Arifa Juzar.

Baca Juga  LPP Tangerang Laksanakan Rapat Kordinasi Tingkat Kabupaten/Kota dengan BNN

Kesehatan jantung pasien juga akan bergantung pada perawatan yang dijalani. Jika pasien rajin meminum obat, maka risiko terkena serangan jantung akan berkurang.

Selain itu, faktor kesehatan jantung itu sendiri juga turut berpengaruh. Saat otot jantung telah rusak, maka manfaat pemasangan ring jadi tidak maksimal.

“Sudah pakai ring, tapi tidak ada perbaikan. Itu tandanya otot jantung sudah rusak,” ujar Dafsah.

Baca Juga  BRI Cabang Serang Salurkan CSR Ke Polda Banten Berupa Mobil Ambulans dan Mobil Jenazah

Ring jantung sendiri merupakan tabung kecil yang dimasukkan untuk membuka sumbatan aliran darah. Pemasangan ring mencegah aliran darah yang macet.

Pasien yang telah memakai ring jantung juga disarankan untuk mengontrol berbagai faktor risiko. Misalnya dengan rajin mengecek riwayat kesehatan lain, seperti hipertensi, secara rutin.

Tak hanya itu, pasien yang telah memiliki ring jantung juga disarankan untuk selalu menjaga kesehatan. Salah satunya dengan berolahraga rutin.

Baca Juga  Menteri Kesehatan Ungkap Soal Program Pemberian Vaksinasi HPV Diberikan Secara Gratis

Serangan jantung sendiri terjadi saat jantung tak mendapatkan aliran darah yang cukup. Wanita dan pria memiliki risiko yang sama terkena serangan jantung. (*/cr3)

Sumber: satubanten.com

News Feed