LEBAK – Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Banten, menindaklanjuti surat dari Paguyuban Nelayan Binuangeun, Nomor: 011/001/PNB/V/2021 tentang Gesekan Nelayan Binuangeun dengan Kapal-kapal Tongkang PT. Cemindo Gemilang dan PLTU Pelabuhan Ratu. Yang mana Kapal-kapal tersebut lalulalang memasuki jalur tangkap ikan para nelayan khususnya di wilayah perairan Provinsi Banten bagian Selatan.
Acara rapat tersebut dilakukan di Kantor Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan, yakni di Jalan Karang Malang Nomor 2, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada Selasa (22/6/2021).
“Kita menggali semua fakta-fakta dilapangan, kronologis kejadian dan keluhan apa saja yang dialami nelayan agar mereka nyaman dalam menjalankan aktivitas, yang nantinya kesimpulan hasil pra audiensi ini nanti akan kami bawa ke dinas untuk audiensi yang sebenarnya.
Yang akan diundang itu instansi terkait yang mempunyai kebijakan dan stakeholder yang berkepentingan didalamnya yang terjadi gesekan dengan nelayan, jadi kita undang semua agar ada hasil kesepakatan.” kata Akhnas Ahmad, SE, selaku Kepala KCD Wilayah Selatan DKP Provinsi Banten, di kantor KCD.
Ditempat yang sama, Wading Riana, Ketua Paguyuban Nelayan Binuangeun, saat ditanya hasil pra audiensi tersebut, ia mengatakan bahwa sudah mengutarakan keluhan para nelayan dan mendapat tanggapan yang positif dari pihak KCD DKP Wilayah Selatan.
“Tadi dalam rapat pra audiensi, kami pihak nelayan menyampaikan secara detail apa yang menjadi keluhan para nelayan, yaitu terganggunya oleh kapal-kapal yang lalulalang melintasi alur tangkap ikan nelayan, dan pihak KCD DKP Wilayah Selatan merespon dengan baik. Kami tinggal menunggu kelanjutannya audiensi dengan pihak-pihak terkait.” ujarnya.
Masih ditempat yang sama, H.Sukanta, Camat Wanasalam mengatakan, “Kami berharap kepada pihak terkait agar segera menyelesaikan persoalan kapal yang lalulalang memasuki alur perairan tangkap ikan nelayan, karena jika persoalan ini tidak segera diselesaikan, maka bukan tidak mungkin adanya kecelakaan laut yang bisa dialami oleh para nelayan tersebut.” katanya.
Pantauan Bungasbanten.id – Group siberindo.co ´ di lokasi terlihat hadir kepala KCD Wilayah Selatan DKP Provinsi Banten beserta jajaran, Paguyuban Nelayan Binuangeun beserta nelayan yang mengalami kejadian. juga hadir Camat Wanasalam. *(UZEX)










