oleh

Warga Jiput  Pandeglang Terlantar di Suriname, Mahasiswa Galang Dana untuk Ongkos Pulang ke Indonesia

‎PANDEGLANG – Sejumlah mahasiswa dan pemuda Pandeglang peduli TKI menggelar aksi penggalangan dana di Alun-alun Pandeglang sejak Senin (21/9/2020) kemarin.

Aksi galang dana ini untuk membantu kepulangan Budi Utama Hakim, warga Kecamatan Jiput Kabupaten Pandeglang, korban ‎penipuan agen penyaluran TKI ilegal. Informasinya, korban sudah berbulan-bulan terlantar di Suriname.

Dalam aksinya, para mahasiswa dan pemuda mengumpulkan rupiah dari para pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di jalur kota Pandeglang.

Di sela-sela penggalangan dana, Koordinator lapangan peduli TKI,  Fikri Anidzar Albar menuturkan,‎ Budi Utama Hakim adalah korban penipuan perusahaan penyalur TKI. Waktu itu korban dijanjikan  untuk bekerja menjadi pelaut, namun saat datang ke Suriname Amerika Selatan, ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan korban.

Baca Juga  Lewat Apel, Lapas Pemuda Tangerang Gelar Pelantikan Kenaikan Pangkat Bagi 13 Pegawai

Sebelumnya, korban diberangkatkan oleh PT. Berjaya Putra Mandiri, yang beralamat di Bekasi Town Square (BETOS) Jl. Cut Mutiah Blok D6 Bekasi Indonesia pada Februari 2020. Namun, agen perusahaan ini tutup, atau diduga agen perusahaan tersebut ternyata ilegal.

“Ya, saat tiba di Amerika korban  melarikan diri dari mes agency perusahaan di Suriname,  karena kontrak kerja yang ditandatanganinya tidak sesuai dengan perjanjian. Korban yang dijanjikan menjadi pelaut, malah  menajdi tukang sapu gudang selama tiga bulan lamanya di Suriname,” katanya.

Baca Juga  Kapolresta Tangerang Bersama Forkopimda Panen Raya Jagung Hibrida

Menurut Fikri, melalui aksi penggalangan dana tersebut diharapkan ada keseriusan pemerintah untuk membantu kepulangan korban yang saat ini masih berada di Suriname.

“Kami minta pemerintah daerah agar  melakukan koordinasi membantu korban yang saat ini berada di Amerika. Kasihan, warga Pandeglang korban agen perusahaan TKI tidak bisa pulang ke tanah air,” ujar Fikri.

Menurut dia, aksi penggalangan dana ini tidak lain untuk membantu kepulangan korban dar Suriname ke Pandeglang.

Baca Juga  Pemkab Pandeglang Siagakan Tim PPKM Antisipasi Mudik Diwilayah Perbatasan

“Ya, KBRI tidak bisa memulangkan dengan alasan tidak ada biaya dan ketika TKI ingin pulang harus punya ongkos sendiri. Ongkos dari Bandara Suriname ke Soekarno Hatta sekitar Rp 17 juta ,”ujarnya.

Terpisah, Kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Pandeglang, Dadun Kohar menuturkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait keberadaan TKI tersebut, “Kita sudah lakukan koordinasi secara prosedural, namun TKI yang ada di Suriname ini ternyata berangkatnya ilegal dan tidak  tercatat di Disnakertrans ,” katanya. (Res/Red)

News Feed