oleh

Digitalisasi Sistem Pembayaran Kurangi Celah Pungutan Liar

-Tak Berkategori

Jakarta – Kelompok Kerja Pemberantasan Retribusi Gelap (Satgas Sabre Pungli) menilai digitalisasi sistem pembayaran menutup kesenjangan debet langsung ilegal di layanan publik.

Pernyataan itu disampaikan oleh Sekretaris Satgas Saber Pungli, Irjen Pol Agung Makbul saat melakukan sidak di Terminal Bus Terpadu Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin

Agung mengatakan, pihaknya tidak menemukan praktek pungli di di Terminal Pulo Gebang.

Baca Juga  PWI Provinsi Banten Ikuti Perayaan Puncak HPN 2021 Bersama Presiden

“Setelah adanya banyak ‘online’ itu akan mengurangi karena dengan sistem ‘online’ tidak ada celah untuk melakukan pungli karena pembayaran melalui digital atau e-money,” kata Agung Makbul dilansir antaranews.com.

Agung menambahkan, pihaknya berharap seluruh unit pelayanan publik juga dapat menerapkan digitalisasi untuk mengurangi celah adanya pungutan liar.

Dia juga meminta kepada masyarakat untuk ikut serta dalam memberantas pungutan liar dengan melaporkan apabila menemukan praktik pungli.

Baca Juga  Nur Agis Aulia bersama wakil Gubernur lepas pemberangkatan Kloter 23 Haji Kota Serang.

“Kalau ada indikasi pungli laporkan kepada petugas. Masyarakat juga harus aktif untuk melaporkan pungli,” ujar Agung.

Kepala Terminal Pulo Gebang, Bernard Pasaribu
mengatakan, pihaknya selama ini belum mendapatkan laporan mengenai praktik pungutan liar di tempatnya.

Dia mengungkapkan, pihaknya bertekad untuk menjadikan Terminal Pulo Gebang menjadi wilayah yang bebas dari pungutan liar.

Baca Juga  Lapas Purwokerto Ikuti Sosialisasi melalui Zoom Meeting tentang Pedoman Pengelolaan Sampah, Siap Tingkatkan Inovasi Ekonomi Sirkular

“Kita selalu membuka layanan pengaduan masyarakat terkait pungli dan kami berharap di lingkungan terminal Pulo Gebang bersih dari pungutan liar,” ujar Bernard Pasaribu.(*/cr2)