Dubai – Maskapai Penerbangan Emirates dilaporkan mengalami kerugian sekira $5,5 miliar dalam setahun terakhirnya, dengan pengurangan total pendapatan sebesar 66 persen karena pembatasan perjalanan dan penerbangan akibat pandemic.
Dikutop dari Business Traveller, maskapai ini menerima suntikan modal sebesar $3,1 miliar (AED 11,3 miliar) dari Pemerintah Dubai. “Demi mempertahankan maskapai serta memperthatikan sebagian besar tenaga kerjanya guna kelancaran operasi menuju pemulihan.”
Angka-angka tersebut berasal dari Laporan Tahunan Emirates Group. Perusahaan ini mencakup Emirates dan Dnata, penyedia layanan udara yang menangani kargo, katering, dan layanan perjalanan. Laporanan tahunan keuangan Grup Emirates, adalah dari 1 April hingga 31 Maret setiap tahunnya.
Dnata juga menerima perkiraan total bantuan hampir AED 800 juta pada 2020-21, membuat total kerugian mencapai $6,6 miliar.
Data dari laporan perusahaan mengatakan bahwa mereka “membekukan rekrutmen dan promosi. Karyawan yang berbasis di UEA mengambil pemotongan gaji enam bulan, sementara karyawan lain mendukung perusahaan melalui kombinasi pemotongan gaji, cuti atau program dukungan pekerjaan jika tersedia.
Efek gabungan dari inisiatif pengurangan biaya ini di seluruh perusahaan diperkirakan menghemat $2,2 miliar sepanjang tahun. Selain itu, Perusahaan mengatakan bahwa kondisi menjadi jelas bahwa pemulihan akan memakan waktu lebih lama dari yang diproyeksikan.
“Kami membuat keputusan sulit untuk mengubah ukuran tenaga kerja kami sebesar 31 persen sejalan dengan pengurangan persyaratan operasional. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah perusahaan kami bahwa kami harus menerapkan penghematan di semua bagian bisnis.”
Di sisi positifnya, Emirates mengatakan bahwa mereka menawarkan keringanan biaya serta ongkos bagi para konsumennya sehingga pelanggan dapat memesan ulang tanpa penalti, memperpanjang status tingkat dan validitas miles untuk anggota Skywards Emirates, dan mempercepat pemrosesan 3 juta permintaan pengembalian dana (refund tiket) yang mengembalikan $2,3 miliar kepada pelanggan.”
(*/cr3)
Sumber: satubanten.com










