Tangerang – Kisah mengharukan Muhammad Hilal warga Tangerang mengantarkan tetangga yang positif Covid-19 seorang diri.
Hilal mengatakan bahwa tetangganya saat ini sedang isolasi mandiri di Puskesmas Paninggilan.
“Tetangga saya enggak punya keluarga di sini. Adanya di Jawa. Kondisinya sesak nafas berat. Cari ambulans kesana kemari gak dapat. Dia kirim pesan WhatsApp minta tolong. Sakit katanya,” ujarnya
Karena kondisi tidak memungkinkan untuk menunggu lebih lama, akhirnya Hilal mengantarkan sendiri sampai Puskesmas terdekat.
“Saya buka semua jendela mobil. Pake masker dua lapis (medis dan kain) Kantongin handspray sanitizer. Gak usah nanya APD. Saya gak siap. Dompet aja lupa bawa,” tambahnya
Hilal juga bercerita disepanjang jalan ia mendengar tetangganya terus menyebutkan nama الله di sela nafasnya.
“Saya lihat di spion mukanya pucat merem melek. Gak bisa nyender. Disuruh cek saturasi oksigen sendiri aja gak sanggup,” imbuhnya
Untuk bisa sampai ke puskesmas hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Saat sampai di Puskesmas langsung dipasang tabung oksigen.
Berdasarkan keterangan dokter, pasien belum jelas akan dirawat dimana karena semua rumah sakit saat ini sedang penuh dan mengalami kesulitan menampung pasien Covid-19.
Sebelumnya menurut Hilal, istri pasien juga sudah lebih dulu dirawat di RS karena Covid-19 juga empat hari lalu.
“Gejalanya demam, muntah-muntah, dan kehilangan penciuman. Tinggal anaknya sekitar umur delapan tahun sendirian di rumah,” tuturnya
Hilal pun sudah meminta istri serta anak-anaknya untuk mengungsi sementara waktu ke rumah orangtuanya.
“Sepulang dari sini, Saya mau isolasi mandiri dulu beberapa hari karena kontak erat, sampai sempat swab nanti dan dapat hasil. Semoga negatif,” tandasnya. (*/cr3)
Sumber: satubanten.com










