oleh

Citizen of the Planet Merupakan Inisiatif Global untuk Mengurangi Dampak Negatif Polusi

Jakarta – Teleperformance Indonesia adalah bagian dari tim Teleperformance yang sangat fokus pada kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Sejak 2008, perusahaan telah mendirikan Citizens of the Planet, sebuah inisiatif global untuk mengurangi dampak negatif polusi terhadap lingkungan

Teleperformance Indonesia memanfaatkan momentum World Tree Day 2021 dengan menggelar kegiatan yang bertemakan “Harmonisasi Pelestarian Lingkungan dalam Pengembangan Desa Wisata” melalui penanaman 2.000 bibit Mangrove, edukasi pelepasliaran Tukik dan membersihkan pantai di Pantai Trisik, Kulon Progo dilansir beritasatu.com.

Dalam kegiatan ini Teleperformance Indonesia (TPID) bekerjasama dengan Green Edelweiss Foundation (GEF), yayasan yang berfokus terhadap isu dan pelestarian lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia.

Baca Juga  Pendaftaran Peacemaker Justice Award bagi Kades/Lurah Diperpanjang

CEO Teleperformance Indonesia, Michael Wullur mengatakan bahwa Teleperformance menegaskan komitmen dalam pelestarian lingkungan agar bumi menjadi tempat yang lebih baik.

“Penanaman pohon mangrove ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem baru yang memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan, pencegah abrasi, dan tentunya berdampak multiguna bagi perekonomian masyarakat sekitar. Dan juga sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah akan rehabilitasi hutan mangrove di Indonesia,” ujarnya dalam siaran pers, Selasa (23/11/2021).

Dalam melakukan kegiatan ini, Teleperformance Indonesia tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat.

Direktur Executive Green Edelweiss Foundation (GEF), Ayi Subing memberikan apresiasi terhadap komitmen Teleperformance Indonesia dalam pelestarian lingkungan, melalui momentum World Tree Day.

“Wisata konservasi selain memberikan kelestarian terhadap lingkungan disekitar pantai Trisik, juga memberikan manfaat sebagai tempat edukasi, penelitian dan juga rekreasi yang memberikan pendapatan untuk masyarakat setempat,” ujar Ayi Subing.

Baca Juga  Lapas Palembang Terima Kunjungan Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas

Selain Pantai Trisik, yang berada di desa Banaran, Kecamatan Galur, Kulon Progo memiliki potensi wisata yang luar biasa. Keindahan alam pesawahan, hasil kerajinan batik yang khas desa Banaran, kesenian tarian serta fasilitas permainan tradisional daerah serta sungai Progo yang membentang di tengah desa dapat dikembangkan menjadi desa wisata yang potensial.

Baca Juga  Gubernur Banten Andra Soni Bahas Penertiban Tambang Ilegal Bersama Kemenhut dan Satgas PKH

Keindahan ini tentu saja menggugah teman teman dari TPID Yogyakarta, dengan penuh semangat bersama para petani turut menanam padi disawah dan dilanjutkan belajar membatik khas desa Banaran, yang dikenal dengan nama Batik Gemblung Banaran serta permainan tradisional lainnya yang memberikan sensasi dan kekayaan budaya khas desa Banaran.

“GEF bersama TPID Yogyakarta telah mengeksplore sebagian potensi desa Banaran dan masih banyak lagi yang dapat dikembangkan untuk menjadikan desa wisata, tinggal pengemasan dan peningkatan SDM masyarakatnya yang perlu kita bantu,” jelas Ayi Subing.(*/cr2)

News Feed