oleh

Obat Covid-19 Buatan Tiongkok di Pasarkan Pada Desember

Beijing – Obat Covid-19 buatan Tiongkok diperkirakan mulai dipasarkan di dalam negeri pada Desember 2021. Tim riset Henan Normal University kepada pers setempat, Rabu (24/11/2021) menyatakan, obat yang dikembangkannya itu sudah bisa dipasarkan di Tiongkok secepatnya pada bulan depan dilansir beritasatu.com.

Obat yang diberi nama Azvudine tersebut saat ini sedang memasuki uji klinis tahap ketiga di Rumah Sakit Kelas I Zhengzhou University, Kota Zhengzhou, Henan.

Uji klinis tahap ketiga obat itu juga sedang dilakukan di Brasil dan Rusia.

Azvudine merupakan obat anti-HIV yang dikategorikan sebagai antiretroviral (reverse transcriptase inhibitor).

Terkait dengan virus corona baru, obat tersebut menunjukkan reaksi antivirus yang efektif, tulis laman berita The Paper.

Pil Azvudine yang dikembangkan oleh para peneliti di Henan Normal University itu telah mengantongi izin edar di pasar domestik pada Juli lalu.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi Ramadan, Warga Binaan dan Petugas Lapas Purwokerto Buka Puasa Bersama Anggota Komisi XIII DPR RI

Sejauh ini Tiongkok telah mengambil tiga metode pengembangan obat anti-Covid-19, yakni mencegah virus masuk melalui sel tubuh manusia, menghambat replikasi virus, dan menyesuaikan sistem kekebalan tubuh manusia.

Ketiga metode itu masing-masing memiliki keunggulan strategis dalam mengatasi Covid-19, demikian Global Times.

VV116, kandidat obat anti-Covid-19 yang dikembangkan Shanghai Institute of Materia Medica dan Wuhan Institute of Virology, sedang memasuki tahap evaluasi klinis.

Baca Juga  Lapas Kelas IIA Purwokerto Gelar Pembukaan Program Rehabilitasi Pemasyarakatan Tahun 2025

Kombinasi antibodi monoklonal yang dikembangkan Tsinghua University, Rumah Sakit Kelas III Shenzhen, Brii Biosciences (perusahaan Tiongkok-AS), juga diperkirakan mendapatkan izin edar pada bulan depan.

Obat terapi tersebut kemungkinan juga akan menjadi obat pertama yang mendapatkan izin edar darurat di negara maju, seperti AS.(*/cr2)

News Feed