oleh

Cegah Penularan HIV, WBP Lapas Cilegon Lakukan Screening

Pecandu narkotika identik berhubungan erat dengan penyakit HIV. Hubungan yang jelas terlihat pada cara penularan HIV, dimana penularan virus HIV di Indonesia, terbanyak atau sekitar 49 persen terjadi melalui penggunaan jarum suntik di antara pengguna Narkoba suntik. Karena itu, peningkatan grafik kasus HIV seiring peningkatan grafik jumlah pengguna jarum suntik untuk narkoba, karena rata-rata 50 persen dari pecandu Narkoba suntik ditemukan tertular HIV.

Baca Juga  HUT RI Ke 75, Grup 1 Kopassus Kibarkan Bendera di Perairan Pulau Sangiang

Oleh karena itu, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cilegon yang saat ini telah menerapkan program rehabilitasi medis dan sosial bagi penyalahguna narkotika menggelar pelaksanaan mobile VCT (screening HIV) dan penyuluhan HIV bagi peserta rehab medis dengan menggandeng Puskesmas Cibeber, hari Kamis (25/03/2021).

Bertempat di Ruang Serbaguna Lapas Cilegon, Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta rehabilitasi medis. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang HIV kepada warga binaan pemasyarakatan khususnya peserta rehabilitasi medik, juga sebagai langkah awal deteksi awal penyakit HIV.

Baca Juga  Dinsos Kota Tangerang Bagikan Bantuan Sosial Tunai Sebesar Rp 300.000 Per Kepala Keluarga

Dr. Emyke selaku Dokter Pratama Lapas Cilegon menyampaikan apresiasi untuk bantuan yang diberikan oleh Puskesmas Cilegon dalam mensukseskan program rehabilitasi medis dan sosial di Lapas Cilegon. Kegiatan ini juga membantu tenaga medis Lapas Cilegon dalam memberikan pelayanan preventif penyakit menular terhadap warga binaan Lapas Cilegon.

“Selain penyuluhan tentang HIV, dilaksanakan juga konseling mobile VCT kepada peserta rehab medis untuk mengetahui riwayat pasien serta kesediaan untuk dilakukan pengambilan sampel darah guna pemeriksaan antibody HIV menggunakan metode rapid antibody,” ujar Dr. Emyke.

Baca Juga  Jasa Raharja Banten Melaksanakan Pengobatan Gratis di Terminal Terpadu Pelabuhan Merak

Setelah menunggu 15 menit dari pengambilan sampel darah, hasil rapid antibody 50 peserta rehabilitasi  menyatakan non reaktif.(Dede).

News Feed