oleh

Atap Gedung MIS MA Cimanggu Telihat Kondisinya Memperihatinkan

PANDEGLANG – Pendidikan dasar adalah jenjang pendidikan awal selama 9 tahun pertama masa sekolah anak-anak. “ Pendidikan dasar menjadi dasar bagi jenjang pendidikan menengah. Periode pendidikan dasar ini adalah selama 6 tahun.

Namun apa daya jika kenyataan hari ini pandangan sebelah mata harus dirasakan oleh pendidikan yayasan yang seakan minim dukungan materi pada lembaga sebagai pencetak karakter generasi penerus Negeri ini.

Seperti dialami salah satu sekolah Madrasah swasta yang berada di Kabupaten Pandeglang, sejak pertama kali dikucurankannya dana dari Hibah Belanda atau Dana Bantuan Langsung (DBL) pada tahun 2000 lalu, Madrasah Ibtidaiyah Swasta Mathla’ul Anwar (MIS MA) Citangkil, Desa Tangkilsari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang kondisi atap bangunannya terlihat memperihatinkan. “ Diketahui, kondisi ini terjadi lantaran tidak adanya bantuan untuk rehab bangunan

Baca Juga  Cegah Cluster Covid-19 Saat Pilkades, Kapolda Banten Prioritaskan Serbuan Vaksinasi ke Daerah Pemilihan

“ Kepala sekolah MIS MA Citangkil Ima Karmila, “ Seperti di lansir bungasbanten.com -group siberindo.co “ Ia mengatakan, dari 7 ruang kelas yang ada diantaranya ada 4 ruang kelas sudah termasuk rusak berat, sampai saat ini belum ada bantuan rehab baik berat atau ringan “ Ungkapnya,Selasa (25/8/2020)

“ Khususnya Ruang Kelas Baru (RKB) bantuan dari Departemen Agama (Depag) Kabupaten Pandeglang yang kondisinya mengkhawatirkan. adapun pernah dilakukan perehaban RKB itu pun hasil dari infaq swadaya masyarakat yang digagas oleh Komite Sekolah.

Baca Juga  Dimasa Pandemi Covid-19, Penting Miliki JKN-KIS

“Sejak tahun 2000 sampai sekarang sekolah kami belum ada bantuan buat rehab 4 ruangan yang termasuk rusak berat, apalagi bantuan buat RKB, dan ada satu ruangan kelas yang baru itu pun hasil swadaya infaq dari orang tua siswa Mis MA Citangkil.” Kata Ima Karmila

“ Ima berharap ada bantuan angggaran  terutama dari Perguruan Mathla’ul Anwar pusat untuk rehab atap bangunan sehingga proses belajar siswa bisa berjalan lancar.

“Kalau saja belum ada bantuan, dikhawatirkan atapnya bisa roboh dan bisa membahayakan proses belajar mengajar, karena biaya perawatan yang dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya perawatan alakadarnya itu pun kurang maksimal.” Pungkasnya.

Baca Juga  Resmi Dilantik, SMSI Riau Siap Bermitra dengan Pemerintah

“ Hal senada dikatakan salah seorang dewan guru sekaligus kasi kurikulum Udin Zainuddin, ia berharap agar dapat bantuan baik rehab ataupun RKB secepatnya, kalau masih belum ada perbaikan dikhawatirkan atap gedung roboh.

“Semoga pemerintah memperhatikan sekolah kami dengan memberikan bantuan rehab atau ruang kelas  baru, karena dari 4 ruangan yang ada semuanya sudah termasuk rusak berat.”  Paparnya. *(ENTON)

Komentar

News Feed