SERANG – Sejumlah masyarakat di kejutkan dengan adanya kendaraan galian tanah merah yang ada di desa Sanding kecamatan Petir kabupaten Serang, yang telah empat kali di lakukan penolakan oleh warga setempat yang dilintasi kendaraan galian tersebut.
Pasalnya dengan melihatnya operasi galian tersebut warga langsung sigap untuk melakukan penolakan yang ke lima kalinya terhadap perusahaan galian tanah merah tersebut yang di informasikan kewarga dari CV. Intan Jaya Pasir, yang melakukan operasional galian tersebut.
“ Setelah warga menutup akses jalan poros desa yang akan dilalui kendaraan warga beramai ramai melakukan pawai dari lokasi galian ke kantor kecamatan Petir kabupaten Serang, untuk menuntut agar pihak Tripika dan Muspika yang ada di kecamatan Petir agar segera melakukan penutupan terhadap galian yang ada di desa Sanding.
“ Kurang lebih berjarak setengah kilo meter dari lokasi ke kantor kecamatan Petir warga konpoy dengan di komandoi saudara Piyan alias Kondul nama panggilan ” Ia menuntut agar segera dilakukan penutupan kepada pihak yang berwenang yang ada di tingkat kecamatan agar warga desa Sanding aman damai dan terkendali.
BACA JUGA : Keberadaan Galian C di Desa Sanding Disoal
Juga Piyan alias Kondul “ Seperti di kutip bungasbanten.com – group siberindo.co “ Ia menjelaskan dengan adanya galian tersebut warga desa Sanding merasa sangat diresahkan sehingga terjadinya perpecah belahan antara warga yang dulunya aman damai tentram dan sentosa “ ini di akibatkan adanya galian menjadi terpecah belah dan tercerai berai sehingga sangat riskan terjadinya kerusuhan dan keresahan yang tidak henti hentinya “ Kata Piyan, Senin (24/8/2020)
Kemudian lanjut Piyan apabila keinginan masyarakat desa Sanding tidak di penuhi dan tidak di tanggapi maka masyarakat akan melakukan aksi besar besaran ke pendopo kabupaten Serang dan Gubernur Banten untuk meminta pertanggungjawaban terhadap pemerintah daerah agar segera melakukan penutupan terhadap galian yang ada di desa Sanding tersebut, sebelum terjadinya korban dari warga yang diakibatkan dengan adanya galian tersebut. “ Tegas Piyan alias Kondul * (U.AMINUDIN)











Komentar