oleh

Mahasiswa Pamulang Sosialisasikan Pengembangan UMKM Melalui E-Wallet

TANGERANG – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM (2020), sebanyak 90% kegiatan usaha UMKM terganggu akibat pandemi Covid-19. Dampak pandemi Covid-19 terhadap sektor UMKM ini tentunya juga sangat berpengaruh terhadap kondisi perekonomian Indonesia. masih kurangnya digitalisasi UMKM menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kinerja UMKM saat ini. Hal ini juga diperkuat oleh hasil survey Bank Dunia, bahwa beberapa usaha yang tidak mengalami penurunan pendapatan selama pandemi Covid-19 ini adalah pihak yang menggunakan teknologi digital, yakni penjualan online sebagai sarana pemasaran.

Hal tersebut dikatakan Muhamad Sulton Ma’arif salah satu mahasiswa dari Universitas Pamulang. Ia menyebutkan bahwa Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM merupakan salah satu hal yang menjadi pilar penting dalam perekonomian Indonesia. Terutama di masa pandemi ini, ketika perekonomian Indonesia secara keseluruhan sedang merosot, UMKM hadir untuk membantu membangun pertumbuhan ekonomi lagi.

Ia juga menjelaskan bahwa saat ini tingkat kepemilikan smartphone serta penetrasi internet di Indonesia semakin tinggi, diperkirakan pada tahun 2025 mampu mencapai 89% populasi. Potensi ini tentunya juga dapat turut mendorong produktivitas UMKM. transformasi UMKM ke digital menjadi penting dalam mendorong produktivitas, pengembangan maupun pemulihan ekonomi ke depan.

“Sejak pandemi, terjadi penurunan omzet, terutama bagi para pelaku UMKM, hal ini juga dikarenakan orang-orang tidak ingin bertransaksi secara tunai, melainkan lebih merasa safe jika bertransaksi dengan online payment untuk meminimalisir penyebaran virus. Maka dari itu di zaman serba digital ini, sistem pembayaran sudah lebih canggih dan jarang sekali orang sekitar membawa uang secara tunai, Salah satu cara agar UMKM dapat bertahan adalah dengan menggunakan pembayaran digital. Dengan adanya pembayaran digital, pemilik usaha dapat menentukan berbagai macam bentuk pembayaran dengan E-Wallet untuk mempermudah kebutuhan transaksi,” ucapnya.

Baca Juga  Jasa Raharja Banten Berikan Santunan Korban Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya Saketi Menuju Malimping 

“Untuk itu, hal inilah yang mendasari kegiatan PmKM (Pengabdian Mahasiswa Kepada masyarakat) yang kami lakukan dari Mahasiswa Universitas Pamulang mengenai Sosialisasi Tentang Pengembangan UMKM Dengan Strategi Digital Menggunakan E-Wallet pada UMKM di daerah Sepatan. Pengabdian ini merupakan kewajiban Tri Dharma yang harus dilaksanakan oleh kami para mahasiswa,” lanjutnya.

Sementara itu, Aditya Wirya Pratama menambahkan bahwa sosialisasi ini telah dilakukan kepada UMKM yang bertempat di daerah Sepatan. Salah satunya yaitu UMKM Sate Bebek dan Sop Bebek Hj Siti.

“Dalam sosialisasi ini kami menjelaskan tentang apa itu E-Wallet, bagaimana cara menggunakannya, fitur-fitur, cara melakukan transaksi yang sudah disediakan oleh berbagai macam aplikasi E-Wallet,” ujarnya.

Baca Juga  Kakanwil DJP Banten Temui Bupati Pandeglang, Bahas Potensi Pajak

“Selain itu, kami tidak hanya menjelaskan tentang Aplikasi E-Wallet, kami sebagai mahasiswa juga membuatkan barcode pembayaran online dengan aplikasi E-Wallet dalam bentuk sebuah hardcopy yang bersumber dari aplikasi seperti OVO & QRIS, hal ini bertujuan agar pelaku UMKM dapat lebih mudah dalam mempraktekan aplikasi tersebut,” imbuhnya.

Terakhir ia berharap dengan adanya kegiatan ini para pelaku UMKM bisa lebih sadar mengenai pentingnya mengetahui perkembangan digital dan dapat memahami system pembayaran secara digital adalah hal yang mudah di era serba digital saat ini.

Untuk diketahui, bahwa kegiatan sosialisasi tentang pengembangan UMKM dengan strategi digital menggunakan E-Wallet ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa dari Universitas Pamulang, diantaranya ialah Aditya Wirya Pratama, Faisal Sofian, Muhamad Sulton Ma’arif dan Priswan Marpaung

News Feed