Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan DKI Jakarta sudah mencapai kekebalan kolektif atau herd immunity. Hal ini, kata Anies menyebabkan kasus Covid-19 di Jakarta terkendali di mana saat ini tersisa 462 kasus aktif Covid-19 dengan positivity rate dalam sepekan terakhir sebesar 0,6%.
“Jadi secara kolektif sudah ada kekebalan di masyarakat Jakarta,” ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (24/11/2021).
Herd immunity ini, kata Anies, terjadi karena cakupan vaksinasi Covid-19 di Jakarta sangat tinggi. Per 24 November, jumlah warga yang sudah mendapatkan vaksinasi Covid-19 dosis 1 di Jakarta sebanyak 11.070.443 orang atau 123,8% dari target vaksinasi Covid-19 di Jakarta 8,9 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67% merupakan warga ber-KTP DKI dan 33% warga KTP Non DKI, dilansir beritasatu.com.
Sementara vaksinasi dosis 2 kini mencapai 8.914.971 orang (99,7%), dengan proporsi 70% merupakan warga ber-KTP DKI dan 30% warga KTP Non DKI.
“Kita sudah mengalami vaksinasi dengan angka vaksinasi yang presentasenya tinggi,” ungkap Anies.
Selain itu, kata Anies, herd immunity di Jakarta terjadi karena jumlah warga yang sudah terinfeksi Covid-19 juga tinggi. Mereka mendapatkan kekebalan alami setelah terinfeksi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 24 November 2021, jumlah kasus positif Covid-19 sebanyak 863.633 kasus.
Dari jumlah total kasus positif tersebut, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 849.596 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.575 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%.
Lebih lanjut, Anies mengatakan kemudahan pemanfaatan teknologi di Jakarta juga mendorong terkendali kasus Covid-19. Pasalnya, setiap tempat yang didatangi masyarakat, sudah menerapkan aplikasi aplikasi peduliLindungi atau JAKI untuk melakukan skrining.
“Kemudian masyarakat Jakarta tingkat pemanfaatan teknologi cukup tinggi sehingga penggunaan aplikasi JAKI, Peduli Lindungi, untuk masuk keluar tempat, itu ada,” pungkas Anies.(*/cr2)










