oleh

Arsinah Penderita Kanker, Butuh Perhatian Pemerintah

KOTA SERANG  – Warga Cikepuh RT.04/06 Kelurahan Unyur Kecamatan Serang Kota Serang Provinsi Banten yang bernama Arsinah  Binti H.Armadi  “ kini terbaring tak berdaya lantaran penyakit kanker di batok kepalanya kian hari kian membesar hingga tidak bisa melihat apapun dan butuh perhatian dari semua pihak terutama Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dan Dinas Terkait untuk segera di operasi,Selasa (27/07/2021)Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

Ustadz Fatoni suami Arsinah “ saat di temui Bungasbanten.id, menuturkan, saya profesinya hanya mengajar ngaji anak-anak saja, mengenai istri saya memang benar istri saya beberapa bulan ini terbaring tak berdaya lantaran penyakit yang di deritanya, yakni Kanker di Batok Kepalanya kian hari kian membesar bahkan kedua matanya tidak bisa melihat apapun.

Masih lanjut Ustadz Fatoni, penyakit kanker tersebut berawal ada tapi sudah di operasi di rumah sakit Tarakan di Jakarta dengan menggunakan BPJS Mandiri, namun sebelum lebaran Idul Fitri yang lalu kisaran 1 tahun lebih, ternyata penyakit kanker tersebut tumbuh lagi, lalu saya konsultasi dengan dokter yang ada di RSUD Serang yang kemudian di periksa dan di SCAN oleh dokter dengan bayar administasi sebesar 2 juta (tidak tercover di BPJS) padahal saya pakai BPJS Mandiri, hasilnya terlihat tumbuh lagi yang sekarang sudah semakin besar yang lebih miris lagi kedua matanya sudah tidak bisa melihat apa-apa lagi.

Baca Juga  Gubernur Banten Dukung Penerapan Tilang Elektronik

Lalu saya memohon untuk di lakukan operasi di RSUD Serang, namun nihil  katanya “Tidak Bisa” karena awalnya sudah di Rumah Sakit Jakarta, yaitu Rumah Sakit Tarakan, dan yang menjadi pertanyaan besar saya “Kenapa Tidak Bisa” padahal saya lihat ada 2 pasien dari daerah lain yang mirip penyakitnya dengan istri “kok Bisa di Operasi di sini” ini aneh.

Masih kata Ustadz Toni nama panggilan dari Fatoni “ tidak cukup di sini, saya tetap berjuang demi kesembuhan istri saya, setelah lebaran Idul Adha yang lalu ada informasi katanya di Rumah Sakit Bedah Benggala Serang, bisa menangani dan biayanya pun kisaran 10 atau 15 jutat, lalu saya konsultasi dengan Dokter yang katanya besok akan di lakukan operasi kemudian saya menanyakan ke bagian Administrasi berapa biayanya katanya kisaran 100 juta, saya kaget dari mana uang sebesar itu,,,? saat di tanya katanya tidak bisa menggunakan BPJS mandiri.” Ucap Toni dengan nada sedih.

Baca Juga  TIMPORA Kabupaten Lebak Gelar Rapat Koordinasi, Kadiv Imigrasi: Keberhasilan Melaksanakan Pengawasan Orang Asing Dibutuhkan Dukungan Berbagai Instansi

Lanjut Ustadz Toni, pernah juga pak camat dan pak lurah datang ke rumah, tujuannya menjenguk sekaligus mendo’akan yang sabar dan semangat “ ya, Insya Allah kami bantu, namun hingga sekarang tidak ada kelanjutannya.” tuturnya

Wasilah tetangga saya bernama pak Nasir kemudian saya di pertemukan dengan pak Walikota Serang di ruang kerjanya Pemkot Serang dan lalu saya menceritakannya, kata pak Walikota nanti saya urus dan saya telpon rumah sakit yaitu merujuk ke RSUD Kota Serang, akhinya saya kesana ke RSUD Kota Serang namun  se sampainya di sana tidak bisa menangani karena keterbasan alat dan tenaga medis akhirnya di rujuk ke rumah sakit Provinsi Banten dari situlah saya pulang ke rumah dan menunggu yang pasti aja “ tutur Ustadz Toni yang penuh sedih dan penuh harapan.

Baca Juga  Kepala Imigrasi Serang Pimpin Apel dalam Orientasi CPNS Imigrasi Tahun 2024

Ditambahkanya Ustadz Toni, akhirnya ada pak Dewan, DPRD Kota Serang bapak H.Urip Saman berusaha bantu menolong di bawa ke RS Sari Asih Serang namun ” tidak sesuai harapan ” dan harus di rujuk ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta, walaupun biayanya di tanggung BPJS Mandiri,  tapi biaya sehari hari selama menunggu di rumah sakit kan butuh biaya dari mana,,,,? saya gak punya apa apa selain do’a dan bantuan dari semua pihak, ujar Ustadz Toni

Mohon do’a dan bantuannya kepada semua pihak terutama Pemkot Serang dan  Dinas terkait yakni Dinas Kesehatan agar istri saya dapat di angkat penyakitnya melalui “Operasi” hingga selamat.”  pungkas Ustadz Fatoni sembari menitihkan air mata. *(TUBAGUS ZAKARIA)

News Feed