Siberindo.co- Walau dimasa sulit seperti pandemi Covid-19 saat ini, usaha pembuatan bata merah di Kabupaten Lebak masih mampu bertahan. “Alhamdulilah, walau sudah banyak yang pakai hebel dan ada virus corona ini, kami masih bisa berproduksi dalam 2 minggu sekitar 16000 bata dalam sekali proses pembakaran,” salah seorang pemilik usaha bata merah yang ada di Ciseke, Kecamatan Rangkasbitung, Ramlan.
Menurutnya, permintaan bata merah masih bertahan tidak mengalami penurunan maupun kenaikan jumlah permintaan karena sudah punya pelanggan tetap yakni pelansir dan toko bangunan.
“Untuk bahan baku masih cukup tersedia. Bahan baku tanah liat dicampur pasir sedikit lalu dicetak. Adapun untuk lama pembakaran sekitar 2 hari,” ujar bapak 3 anak ini seraya menambahkan, kelebihan dari bata merah yang dijual Rp 600,- perbata yang tidak dimiliki bata jenis lain adalah mampu meredam suhu dan suara lebih baik, sehingga masih banyak dipakai untuk bangunan rumah pribadi.(Ajat/fajarbanten.com)










