oleh

PGRI Komitmen Hadapi Perubahan

BANYUMAS – Para Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyumas didorong untuk berkomitmen kuat dalam rangka meningkatkan kinerja pengabdian guru, dengan beradaptasi terhadap situasi terkini masyarakat.

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein, pada Konferensi Kerja Tahun Pertama 2021 yang digelar secara daring dan luring, di Gedung Guru Sokaraja, Sabtu (26/6/2021). Bupati berharap program kerja PGRI lebih efektif, implementatif, dan adaptif sesuai perubahan. Sehingga, institusi pendidikan dapat menghasilkan peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis, dan bertanggung jawab.

Baca Juga  Wisuda 702 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Menteri AHY: Jangan Pernah Berhenti BelajarSleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewisuda 702 taruna-taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Minggu (01/09/2024). Pada kesempatan ini, ia memotivasi para lulusan dan mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan harus disikapi sebagai awal perjalanan sesungguhnya. “Saya berharap tidak pernah berhenti belajar, teruslah menimba ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan dan juga pertemanan karena kita ingin selalu siap selalu adaptif, responsif terhadap perkembangan zaman termasuk berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi,” ujar Menteri AHY. Kementerian ATR/BPN sendiri telah melakukan pengelolaan pertanahan dan tata ruang dengan perkembangan teknologi, salah satunya pemetaan kadastral menggunakan drone dan satelit.

“PGRI dan Dinas Pendidikan untuk saling melakukan sinkronisasi, kolaborasi, saling memberi informasi, dan bekerja sama. Jalin kerja sama yang baik untuk berkontribusi bersama bagi masyarakat Banyumas,” pintanya.

Ketua Pengurus PGRI Kabupaten Banyumas, Sarno menyampaikan, organisasi PGRI harus terus jalan meski pandemi belum berakhir. Guru menjadi garda terdepan di dalam menjawab solusi pembelajaran di masa pandemi.

Baca Juga  Sosialisasi Pilkada Serentak 2024 di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang oleh KPU Kota Tangerang

“Meski masih pandemi, guru harus mampu membangun sistem pembelajaran yang sesuai dan dapat diikuti oleh peserta didik. Guru harus kreatif menghadapi pandemi sebab mereka menjadi tulang punggung pendidikan,” paparnya.

Menurutnya, saat ini rencana pembelajaran tatap muka diundur kembali. Hal ini menjadi tantangan baru bagi guru untuk dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Untuk itu, lanjut Sarno, PGRI terus berupaya menjadi rumah guru yang transformasional dan fleksibel. PGRI mendorong anggota agar terus eksis dan beradaptasi dengan perubahan di masa pandemi.

Baca Juga  Pasien Covid di Lebak Tinggal 11

“Guru harus terus berupaya menyesuaikan dengan segala bentuk perubahan. Memberi solusi bagi pembelajaran peserta didik dengan menjadi garda terdepan pendidikan,” tegasnya.

Ditambahkan, saat ini, sebanyak 52 persen guru di Banyumas berstatus guru wiyata bakti atau honorer. PGRI pun terus mengawal kebijakan pemerintah agar guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan mendapatkan tunjangan kesejahteraan sesuai upah minimum kabupaten (UMK). (*/cr1)

Sumber: jatengprov.go.id

News Feed