oleh

Dukung Pembangunan Jalan Tol, Warga Pantura Rela Jual Tanahnya

Tangerang – Rencana pembangunan jalan tol Bandara Soekarno-Hatta – Kohod, Warga Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Tangerang sangat mendukung dan tak mempermasalahkan penjualan tanahnya.

Salah satu tokoh masyarakat Pantura Kabupaten Tangerang, Sidik mengaku, Ia menjual tanah tanpa ada intervensi dan dengan harga yang sesuai.

“Justru harga tanah lebih bagus dengan adanya pengembangan,” ucapnya, Kamis, (29/10/20).

Baca Juga  Di Kecamatan Curugbitung Perbup Nomor 28 Tahun 2020 Terus Sosialisasikan

Sidik menerangkan sebelum menjual tanah harganya tidak seberapa. Tetapi setelah ditawar perusahaan harganya naik. Artinya, perekonomian kehidupan warga pantura meningkat.

“Warga tidak sulit menjual tanah. Bahkan, harganya layak sesuai dengan pasaran,” ujarnya.

Selain itu, sambung Sidik, proses pembebasan tanah tersebut dilakukan secara terbuka dengan menghadirkan kepala dan aparatur desa serta penjual.

Baca Juga  Pemerintah Pusat Perpendek Jangka Waktu Pengembalian Pinjaman

“Dihadapan perangkat desa, penjual tanah langsung membawa dokumen kepemilikan tanah yang sah. Jadi transaksinya transparan dan terbuka,” terangnya.

Kata dia, pembebasan lahan milik warga tidak ada persoalan. Sebaliknya, dengan adanya rencana pembangunan perumahan menghidupkan perekonomian warga di Pantura Kabupaten Tangerang.

“Pembangunan kita dukung selama memberikan sisi positif bagi warga,” tandasnya.

Baca Juga  MTQ ke XXXVIII tingkat Kabupaten Pandeglang Bakal Sepi Tanpa Penonton Akibat Covid-19

Sebelumnya, Pemkab Tangerang berencana membangun akses tol Bandara Soekarno Hatta – Kohod
Pembangunan infrastruktur jalan ini memiliki panjang sekitar 13 kilometer.

Tol ini nanti akan mengambil rute, Kohod Pakuhaji – Sepatan Timur hingga Negalasari, dengan nilai investasi yang mencapai triliunan rupiah.(zher).

News Feed