oleh

Patriotik, Gigih, Berempati: Cara Peserta Wirasena Youth Camp Memaknai Sumpah Pemuda

BANTEN.SIBERINDO.CO – Semangat patriotik, gigih, dan berempati menjadi nilai yang mengemuka dalam pertemuan peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 dengan peserta Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) Kemenpora di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Selasa (27/10). Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, pertemuan ini menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan berdiskusi tentang masa depan Indonesia.

Melalui diskusi tersebut, peserta WYC 2026 berkesempatan mengenal beragam perspektif dari sesama pemuda Indonesia dan delegasi Singapura. Mereka berbagi pengalaman serta pandangan mengenai berbagai isu, mulai dari pengembangan potensi pemuda, peran bahasa Indonesia dalam memperkenalkan bangsa kepada dunia, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Suasana keakraban terasa saat para peserta memperkenalkan diri dan menceritakan aktivitas yang mereka tekuni. Perbedaan daerah asal, pengalaman, dan bidang pekerjaan menjadi kesempatan untuk saling belajar, memahami sudut pandang yang beragam, serta menemukan peluang kolaborasi.

Baca Juga  Harpelnas 2026: Dari Melayani hingga Memberdayakan, BPJS Ketenagakerjaan Hadir Lebih Dekat dengan Pekerja

Lia, salah satu delegasi PPAN Kemenpora dari Singapura, mengungkapkan kegembiraannya dapat berinteraksi langsung dengan para pemimpin muda dari berbagai daerah di Indonesia.

“Saya pribadi sangat bersyukur diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan berbagai pemimpin pemuda dari seluruh Indonesia. Rasanya seperti berada di rumah kedua. Sambutan kalian selalu luar biasa hangat. Saya sangat menghargai kesempatan ini karena bisa belajar lebih banyak tentang budaya kalian,” ujar Lia.

Dari Kalimantan Selatan, Dwi Astuti Muslimawati membagikan pandangannya mengenai peran bahasa Indonesia dalam memperkenalkan kekayaan bangsa kepada masyarakat dunia.

Menurutnya, bahasa Indonesia berpotensi menjadi jembatan komunikasi sekaligus sarana untuk memperkenalkan identitas dan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional.

Baca Juga  PDIP Banten Dan BMKG Berikan Simulasi Penanganan Penanggulangan Bencana

Sementara itu, Muhammad Yusuf Barudin dari Sulawesi Selatan mengangkat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia menilai generasi muda memiliki peran dalam mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan alam demi kepentingan generasi mendatang.

Beragam pandangan tersebut mencerminkan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menjawab tantangan bangsa. Semangat patriotik dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap Indonesia, kegigihan dalam mengembangkan gagasan dan mencari solusi, serta empati dalam memahami kebutuhan masyarakat dan menghargai perbedaan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Wirasena Youth Camp 2026 yang mendorong peserta menjadi pemuda patriotik, gigih, dan berempati. Melalui pembelajaran dan interaksi selama program, peserta diharapkan mampu membawa perspektif baru serta mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi lingkungan masing-masing.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Asisten Deputi Pengembangan Global Kemenpora menjelaskan bahwa Program Pertukaran Pemuda Antarnegara (PPAN) merupakan bentuk kerja sama internasional di bidang kepemudaan antara Pemerintah Indonesia dan negara mitra. Program ini bertujuan mengembangkan potensi pemuda melalui pertukaran pengalaman, peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta penguatan jejaring kepemudaan di tingkat internasional.

Baca Juga  BAZNAS Banten Gelar Rapat Koordinasi Daerah, Bahas Beberapa Poin Penting

Peserta juga diperkenalkan dengan sejumlah program pertukaran pemuda, di antaranya Singapore–Indonesia Youth Leaders Exchange Programme (SIYLEP), Australia–Indonesia Youth Exchange Program (AIYEP), Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP), serta Indonesia–Saudi Arabia Youth Exchange Program (ISAYEP).

Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda, pertemuan ini menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia turut dibentuk melalui gagasan, kepedulian, dan kontribusi generasi muda. Perbedaan latar belakang dapat menjadi kekuatan untuk memperluas perspektif, mempererat persatuan, dan membuka ruang kerja sama demi kemajuan bangsa.(***)

News Feed