oleh

Saatnya Pemuda Membangun Lebak

Oleh: Finka Setiana Adiwisastra (Penulis Buku Mahakarya Untuk Indonesia dan Mahasiswa S1 Hubungan Internasional Unila)

Pemuda sering diidentikkan dengan seseorang yang belum memiliki pengalaman, masih labil secara emosi, dan belum matang pikirannya. Secara umum kebanyakan orang tidak percaya dengan peranan pemuda yang cenderung berpikirnya masih idealis, tidak realistis, dan menentukan keputusan dengan emosi belaka. Namun, idealisme tentang dunia utopia merupakan pemantik semangat untuk selalu berjuang demi dunia yang lebih baik. Memang dunia utopia layaknya sebuah mimpi, tetapi dengan mimpi yang dikolaborasikan dengan dahsyatnya semangat akan mampu mengubah dunia. Tanpa mimpi hidup akan stagnan yang tidak ada mobilitas sosial sama sekali.

Namun, akan berbeda perspektif masyarakat terkait pemuda dengan realitas pemuda di era millennium saat ini. Sesungguhnya kehidupan pemuda ini teraktualisasi dalam kehidupan milenial yang penuh kaya ilmu pengetahuan, humanis, santun, dan inklusif. Karena itu, pe,sudah pasti optimis dalam menjalani kehidupannya dengan potensi yang dimilikinya. Pemuda bagian dari gambaran generasi harapan dengan semangat menggebu yang diharapkan menjadi agen perubahan. Dengan gaya pemikiran out of the box semestinya pemuda diharapkan dapat memberikan gagasan baru yang solutif dan tidak terjebak dengan pemikiran ala konservatisme bagi yang lain. Suatu keharusan bagi seorang pemuda untuk dapat melakukan restorasi kebaikan menuju dunia yang lebih baik.

Baca Juga  Fir'aun Penguasa Dunia Menjadi Fir'aun Kecil

Relevansi erat antara pemuda dengan pembangunan daerah di mana tempat dia tinggal. Pembangunan daerah yang diharapkan oleh seluruh masyarakat daerah yang tinggal di sana. Kehidupan adil dan sejahtera yang didambakan oleh masyarakat menjadi harapan konkret untuk dapat dirasakan secara pasti dan terukur melalui pembangunan daerah. Masyarakat hanya membutuhkan kepastian dari pembangunan daerah yang diupayakan oleh para pemangku kebijakan.

Para pemangku kebijakan yang dalam hal ini pemerintah harus mengupayakan pembangunan daerah yang berkemajuan bagi keberlangsungan hidup masyarakat. Dengan demikian, rasa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan tetap eksis sehingga masyarakat akan tetap berpihak pada kepentingan pemerintah. Tentu saja kepentingan pemerintah harus dielaborasikan dengan kepentingan masyarakat agar terjadi sinergitas yang kondusif di antara keduanya
Pemerintah perlu bijaksana dalam memanfaatkan kekuasaan yang ada padanya. Kekuasaan tidak melulu soal kegiatan yang berlomba-lomba dalam mengejar, memperebutkan, dan mempertahankan kekuasaan saja. Tetapi, kekuasaan di sini perlu ditafsirkan dengan kegiatan positif dan konstruktif dalam perkembangan di daerahnya secara merata dalam dimensi sosial, ekonomi, budaya, agama, maupun politik sekalipun.

Baca Juga  Menguak potensi penyebab serta solusi Indonesia Macan Asia yang tertidur

Dengan munculnya M. Agil Zulfikar sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lebak yang baru di lingkungan legislatif, maka ini menjadi perhatian besar tentang kontribusi pemuda dalam membangun daerah. Terlepas bagaimana indikator atau key performance index yang ditonjolkan dalam memilih M. Agil Zulfikar sebagai Ketua DPRD Kabupaten Lebak yang baru. Saatnya pemuda yang berkarya dan berdaya dengan gaya kepemimpinannya. Di era saat ini kontribusi pemuda diharapkan menjadi nafas segar dalam setiap hembusan dan dinamika kepemimpinan di daerah.

Penulis yakin dengan eksistensi pemuda dalam lingkungan pemerintahan daerah seperti Ketua DPRD Kabupaten Lebak yang baru ini melalui M. Agil Zulfikar akan memunculkan social movement dan social climbing dalam tatanan kehidupan bermasyarakat. Saya harap setiap gerak-gerik hingga pengambilan keputusan dari seorang pemuda ini menjadi keputusan yang bijaksana dan merakyat sehingga masyarakat mampu merasakan nikmatnya hidup di bawah kepemimpinan seorang pemuda. Pemuda harus memperjuangkan politik nilai dalam setiap pengambilan keputusannya yang mengutamakan kedaulatan rakyat di atas segala kepentingan yang ada. Jangan sampai ada politik praktis bahkan politik transaksional di dalam kepemimpinan seorang pemuda, karena yang hati nurani masyarakatlah yang dipertaruhkan dan diperjuangkannya. Lebih penting lagi bagaimana seorang pemuda mampu menjadi yang terdepan dalam hal komunikasi politik, pendidikan politik, hingga sosialisasi politik yang menjadi perangkat penting dalam pemerintahan yang demokratis.

Baca Juga  Kebijakan Omnibuslaw Pendidikan: Bagaimana Nasib Pesantren?

Penulis juga berharap bahwa dapat terealisasinya clean dan good governance yang mana terdapat pemerintahan yang baik, bersih, dan bermartabat melalui Ketua DPRD Kabupaten Lebak M. Agil Zulfikar sebagai pemuda yang menjadi cita-cita dan harapan masyarakat Lebak pada umumnya. Masyarakat menantikan terobosan-terobosan besar dari seorang pemimpin muda yang gerakannya agresif dalam mengutamakan kepentingan masyarakat banyak. Kepentingan di atas segala kepentingan yaitu kepentingan dan pembangunan daerah menuju Lebak Bertauhid.

News Feed