Lebak, – siberindo.co
Diduga wanprestasi, kepala Desa Kadu Agung Tengah dalam penggunaan Dana Desa (DD) untuk infrastruktur pembangunan desa yang sudah dianggarakan dan seharusnya sudah dibangunkan ke fisik berupa irigasi namun belum kunjung dilaksanakan.
Kepala Desa Kadu Agung Tengah, Totok Riyanto mengaku, memang dalam pembangunan fisik berupa irigasi di dua titik ini belum kami laksanakan, karena ada permasalahan bidang atau lahan yang akan digarap belum terselesaikan.
“Dari lahan yang mau dibangun irigasi ini ada permasalahan dengan salah satu warga, jadi kami tunda dulu pengerjaan pembangunan irigasi ini sampai permasalahannya beres,” jawaban singkat Totok Riyanto saat dikonfirmasi lewat telephone seluler, pada Sabtu, 27 Mei 2023.
Anggaran yang sudah ditentukan untuk pembangunan irigasi di dua titik ini belum kami pergunakan dan masih ada di rekening Desa.
Padahal, kegiatan pembuatan irigasi tersebut harus segera dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dan sesuai dan sesuai dengan kewenangan Totok selaku kepala desa. Tentunya, kegiatan tersebut sesuai petunjuk tekhnis (Juknis) dan petunjuk pelaksanaan (Juklak) yang sudah ditentukan.
Namun dalam hal ini, Totok Riayanto malah menunda kegiatan pembangunan irigasi tersebut dengan alasan yang kurang jelas. Karena, sebelum ada kegiatan apapun di desa pasti sudah melalui musyawarah desa (Musdes).
Pada hari senin, Tanggal, 29 Mei 2023 beberapa wartawan yang datang ke kantor desanya untuk konfirmasi namun tidak dilayani dengan sebagaimana mestinya. Wartawan berasumsi, kepala desa Kaduagung Tengah terkesan alergi terhadap wartwan dan menghindar untuk dikonfirmasi.
Sementara itu Jamroni bidang keuangan DPMD Lebak dalam sambungan whatapp nya akan berkordinsi ke pihak desa kaduagung tengah,
“Ya, mungkin saja anggarannya belum cukup, singkatnya di whatapp. (Otg)










