LEBAK – Komunitas Salam Setetes Darah (KSSD) Kabupaten Lebak Provinsi Banten melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak. Audiensi tersebut dalam rangka mempercepat pelayanan memenuhi kebutuhan darah untuk pasien khususnya pasien Thalasemia yang butuh transfusi seumur hidupnya.
“Audiensi digelar sebagai upaya bersama untuk menjamin ketersediaan stok darah di Kabupaten Lebak. Karena kondisinya sudah darurat, ” kata Ketua Umum KSSD Lebak Madrais, Rabu (29/7/2020)Menurut keterangan Ais Palet bahwa stok darah masuk kategori darurat karena setiap pekannya mengalami kelangkaan. Khususnya golongan darah A dan AB.
“Tentunya kita sangat perihatin, apalagi saat ini tercatat sebanyak 75 anak menderita thalasemia. Artinya dalam setiap bulannya harus ada 75 kantong karena memang seumur hidupnya dalam setiap bulan harus transfusi darah,”ungkapnya. ( dilansir bungasbanten.com – group siberindo.co ) “ Selanjutnya Ais Palet menambahakan, selain pasien thalsemia, pasien lainnya juga sama banyak membutuhkan darah.

“Sebab kalau sampai terlambat penanganan maka mengancam nyawa pasien. Oleh karena itu kami dari KSSD yang tergabung dalam berbagai elemen masyarakat meminta agar pemerintah melalui dinas terkait khususnya Dinkes Lebak bersama-sama menjamin ketersediaan stok darah,” katanya.
Selain itu, diungkapkan Madrais, KSSD berharap, Dinkes turut berperan membantu menyediakan sarana transportasi antar jemput ketika ada pendonor dari luar Kecamatan Rangkas yang akan melakukan donor darah. Kemudian secara rutin mengadakan donor darah massal sampai ke pelosok desa.
“Kita sebagai relawan siap membantu menjaga ketersediaan stok darah. Karena memang tujuan pendirian KSSD untuk membantu pasien darurat membutuhkan transfusi darah,” katanya.
Sekretaris Jendral KSSD Lebak Hilman Abdullah Saleh menambahkan, audiensi bersama Dinkes digelar karena memang banyak hal menjadi kendala dalam upaya pemenuhan stok darah.
“Diantaranya menyangkut mekanisme KSSD dengan Unit Transfusi Darah (UTD PMI) agar sejalan. Lalu terkait penyediaan fasilitas ruang tunggu untuk keluarga pasien dan pendonor yang saat ini belum tersedia,” katanya.
Selain itu, dikatakan Hilman, KSSD berharap adanya fasilitas untuk kegiatan meja amal. Serta transportasi penjemputan pendonor.
“Karena kita terkendala menjemput pendonor yang berdomisili di luar Kecamatan Rangkasbitung. Kami juga mendesak Pemkab Lebak melakukan evaluasi terhadap kebutuhan darah dan membangun gedung UTD baru untuk dapat mendirikan bank darah, khususnya stok darah untuk pasien thalasemia,” katanya. (ISAN BADOEY/RED)











Komentar