oleh

Cegah Penyebaran Virus Covid-19, WBP Rutan Serang Kembali Jalani Rapid Test

KOTA SERANG – Pemerintah terus berusaha keras untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19 ditanah air. Langkah pencegahan dan deteksi dini dilakukan dengan optimal dengan melakukan tes massal dengan menggunakan metode Rapid Diagnose Test (RDT).

Dalam hal ini, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Serang juga memberikan peran untuk membantu pemerintah dalam menghadapi penyebaran virus Covid-19 dengan melakukan Rapid tes terhadap Ratusan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Rabu, (30/09/2020).

Kepala Rutan Serang, Aliandra Harahap mengatakan kegiatan Rapid Diagnose Test atau tes cepat ini dilakukan untuk mendeteksi virus Covid-19 yang tersebar di Rutan Serang. Menurutnya, rutan menjadi tempat yang memiliki penularan tinggi, lantaran ruang yang sempit dan banyak warga binaan yang ada di dalamnya

“Jika dari rapid test ditemukan ada warga binaan pemasyarakatan yang hasilnya reaktif, maka akan dilakukan swab test melalui uji Polymerase Chain Reaction (PCR). Alhamdulillah, dari pelaksaan Rapid Test sebanyak 406 WBP Rutan Serang semua nya non reaktif,” Jelas Aliandra Harahap.

BACA JUGA:  Tinjau Kampung Tangguh Nusantara Kalimaya di Pipitan, Wagub Banten Sosialisasikan Pergub 38 Tahun 2020

Aliandra Harahap, menjelaskan, bahwa sebelumnya pada tanggal 14 September 2020 telah dilaksanakan rapid test bagi Pegawai Rutan Kelas IIB Serang yang hasilnya semua nonreaktif.

“Kita melakukan pencegahan melalui Rapid tes untuk mencegah penyebaran covid-19, sekaligus edukasi bagi Pegawai dan WBP agar tetap melakukan protokol kesehatan dalam keseharian,” terangnya.

Lanjut Aliandra Harahap, meskipun Rutan Serang masih non reaktif Covid-19, kami tetap mengutamakan upaya pencegahan yaitu salah satunya dengan melakukan Rapid tes terhadap pegawai dan WBP.

BACA JUGA:  Napi Lapas Rangkasbitung “ Via Daring Ikuti Pelatihan Ternak Ayam Petelur

“Pegawai harus bebas dari virus Covid-19, saat berada dilingkungan Rutan Serang. Sebab, sangat membahayakan bagi petugas maupun WBP. Merekalah yang bebas keluar masuk Rutan sehingga penularan wabah covid-19 ini sulit diketahui,” ungkap Aliandra Harahap. (Ari/Berto)

News Feed