Siberindo.co – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat meminta masyarakat Kabupaten Lebak membeli produk lokal ditengah Pandemi Covid-19 untuk membantu perguliran ekonomi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).
“Kita merasa bangga produk lokal itu menembus pasar domistik dan mancanegara,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat di Rangkasbitung, Jumat (30/10/2020)
Komoditas produk lokal yang dikembangkan pelaku IKM di Kabupaten Lebak memiliki keunggulan, karena bahan bakunya didatangkan dari hasil pertanian, perkebunan dan perikanan setempat.
Dimana produk lokal tersebut, lanjut Dedi, untuk komoditas pangan antara lain beras ciberang, ikan, pisang dan gula aren. Produksi beras Ciberang kini dapat memenuhi sejumlah pasar tradisional dan tidak dipasok dari luar daerah.
Lebih membanggakan, lanjutnya lagi, produk gula aren sudah menembus pasar domistik dan mancanegara dan permintaanya cukup tinggi karena kualitas rasanya pulen dan beraroma. Bahkan, produk gula aren mencapai puluhan ton per bulan ekspor ke Australia, Malaysia dan sejumlah negara di Benua Eropa.
Selain itu, kata Dedi, produk sale pisang sebagai makanan camilan menembus pasar DKI Jakarta dan Jawa Barat, namun produk itu kebanyakan pembelinya para wisatawan untuk dijadikan oleh-oleh atau “buah tangan”.
Produk lokal lainnya, tambah Dedi, ikan hasil tangkapan nelayan pesisir selatan Lebak dengan memproduksi kerupuk ikan, baso ikan, dengdeng ikan, abon ikan dan camilan ikan. Disamping itu juga produksi abon ikan “Bu Bedah” dari Kecamatan Wanasalam menembus pasar Supermarket.
“Semua produk lokal itu berada di pasar tradisional, toko-toko swalayan, ritel hingga supermarket,” terang Dedi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Usaha Bersama (Kube) Karya Mandiri, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Jubaedah (50) mengatakan, pihaknya memasok produksi abon ikan untuk Supermarket Carrefour bisa mencapai lima ton per bulan. Produksi abon ikan itu ditampung oleh perusahaan dengan menggunakan kemasan dari mereka, namun merk “Bu Bedah” dari Lebak.
“Kami menggunakan bahan baku ikan marlin dan tuna dan bisa bertahan delapan bulan tanpa pengawet,” katanya.(Ajat/fajarbanten.com )










