oleh

Angka Kemiskinan di Lebak Alami Peningkatan

SIBERINDO.CO-Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak mencatat angka kemiskinan di Lebak mengalami peningkatan. Kondisi ini merupakan dampak dari pandemi Covid-19 yang hingga kini masih meluas.

Eka Darmana Putra, Kepala Dinsos Lebak mengatakan, data kenaikan angka kemiskinan ini didapatkan dari desa dan kecamatan yang dilaporkan kepada dinsos secara berjenjang setiap bulannya. Sehingga, angka kemiskinan ini dinamis.

“Kenaikan tersebut dipengaruhi dampak pandemi Covid-19, sehingga angka kemiskinan di Kabupaten Lebak mengalami peningkatan satu persen yang awalnya 8,7 persen meningkat menjadi 9,1 persen,” kata Eka Darmana Putra, Kepada wartawan, Senin (7/6).

Baca Juga  Kementrian ATR/BPN Adakan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sulteng Melalui GTRA

Eka memaparkan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Lebak pada 2019 sempat mengalami penurunan. Namun, akibat pandemi covid ini banyak usaha masyarakat mengalami kesulitan, bahkan tingkat pengangguran meningkat akibat PHK yang dilakukan banyak perusahaan.

Lanjutnya, adapun jumlah warga miskin perbulan ini mencapai 116 ribu jiwa, bahkan menurut data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) lebih banyak yakni mencapai 166 ribu jiwa. Karena, Warga miskin menurut DTKS kriteria miskin lebih dari empat, mulai dari miskin, Sangat miskin dan Rentan miskin.

Baca Juga  Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Tujuh Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka

“Upaya yang dilakukan pemerintah cukup banyak, mulai dari program ekonomi nasional seperti bantuan PKH, BPNT, bantuan tunai covid, bahkan bantuan mikro berskala kecil sampai besar kepada pelaku usaha,” papar Eka.

Menurut Eka, kondisi pandemi Covid-19 juga memberikan efek kepada pengangguran karena perusahaan-perusahaan terdampak, sehingga daya beli berkurang dan pendapatan menurun.

Baca Juga  Penyerahan LKPD Provinsi Banten Tahun 2020 Tercepat se-Indonesia

“Penurunan tersebut mengakibatkan yang tadinya hampir miskin jadi miskin karena kondisi,” ungkapnya.

Otih, Salahseorang warga miskin di Rangkasbitung mengaku, bantuan yang diterima dari pemerintah yakni PKH dan BPNT. Untuk BPNT, diterima setiap bulan dalam bentuk sembako. Namun, untuk bantuan uang PKH sudah dua bulan ini belum dia terima.

“Iya untuk PKH kami belum terima dua bulan, kami sudah cek ke ATM berulang kali, tapi belum ada masuk,” ucap Otih.(kew/koranbanten)

News Feed