SUNGAIPENUH – Ikon masyarakat Kota Sungaipenuh yakni jembatan layang atau jembatan Kerinduan yang menghubungkan Sungaipenuh dengan Kecamatan Tanah Kampung, sudah tidak diperhatikan atau tidak dirawat lagi oleh pemerintah setempat.
Sebab sejumlah lampu sebelah kanan jalan tidak hidup lagi dan portal yang biasa dipasang supaya mobil besar yang melebihi tonase tidak bisa melewati jembatan tersebut sudah tidak terpasang lagi.
Rahman, salah seorang warga Sungaipenuh sangat menyayangkan tidak dirawatnya jembatan kebanggaan masyarakat ini.
“Beberapa hari lalu, banyak truk parkir di jembatan tersebut, karena portal tidak ada. Jika dibiarkan truk bertonase besar lewat, jembatan akan mengalami penurunan, karena di bawah jembatan bukannya tiang pancang beton, tetapi gorong – gorong,” ujar Rahman kepada Metrojambi, Selasa (22/6).
Dikatakannya, jika gorong-gorong di bawah jembatan hancur, maka akan terjadi penurunan jalan di jembatan tersebut. “Lampu di sebelah kanan jalan dari Sungaipenuh juga sudah lama padam. Cat juga sudah mulai pudar serta mengelupas, tanpa ada perbaikan dari dinas terkait,’’ ungkapnya.
Ia meminta Pemkot Sungaipenuh merawat ikon masyarakat ini. “Jangan mentang-mentang akhir jabatan pak AJB (Asafri Jaya Bakri) sebagai Walikota, jembatan tersebut tidak dirawat lagi. Mari kita sama-sama menjaga jembatan kembanggaan masyarakat tersebut,” katanya.
Arif salah seorang warga Kerinci juga menyayangkan hal tersebut. Ia mengatakan jembatan layang tersebut sudah dikenal banyak orang, bukan hanya di Kerinci dan Sungaipenuh saja, tapi masyarakat di luar daerah juga.
“Jika wisatawan datang ke Kerinci dan Sungaipenuh, pasti mereka singgah berhenti di jembatan tersebut. Kita sangat menyayangkan jika dibiarkan begitu, icon Kota Sungaipenuh bisa hancur,” sebutnya.
Menurutnya, seharusnya di akhir jabatan AJB sebagai salah Sungaipenuh, merawat icon tersebut. “Semuanya tergantung perintah dari atasan, jika atasan memerintahkan pasti bawahan mengikuti, kita lihat atasannya tutup mata dan sengaja membiarkan,” tutupnya.
Sementara itu, Dinas Perhubungan dan Perkim Kota Sungaipenuh belum bisa dikonfirmasi terkait portal dan lampu jalan yang sudah lama padam.
Untuk diketahui, jembatan sepanjang 800 meter dengan konstruksi cakar ayam ini, dibangun menggunakan dana APBN sebesar Rp 35 miliar. (*/cr1)
Sumber: metrojambi.com










