oleh

SMAN 1 Wanasalam Buka PPDB Cara Online Terpusat

LEBAK – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Wanasalam buka Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, hal tersebut untuk mengantisipasi kerumunan, namun jika calon siswa kesulitan, pendaftaran dapat dibantu oleh operator sekolah. “ SMAN 1 Wanasalam beralamat di Desa Sukatani, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Wanasalam, Afid, ketika ditemui mengatakan, proses pendaftaran siswa dilaksanakan secara online dan kewenangan diterima atau tidaknya siswa, ada pada Dinas Pendidikan Provinsi Banten.

“Sekarang ini pendaftaran memakai sistem server khusus ke pusat (Dindik Banten-red), yang menentukan diterima atau tidaknya bukan pihak sekolah, namun Dindik Banten.

Baca Juga  Terjadi Kemunduran, Dewan Pembina Koperasi Pedoman Kementerian Agama Pertanyakan Kinerja Pengurus Koperasi

PPDB dilaksanakan dari tanggal 21 – 23 Juni untuk jalur zonasi, sedangkan 30 Juni – 04 Juli untuk jalur prestasi dan dan afirmasi,” ujarnya, Senin (21/6/2021) Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

“ Afid pun menerangkan, meskipun pendaftaran siswa secara online, namun bagi calon siswa yang kesulitan dapat dibantu oleh panitia PPDB atau operator sekolah.

“Karena ada keluhan dari orang tua calon siswa-siswi atau calon siswa-siswi mengalami kesulitan pendaftaran, maka calon siswa-siswi dapat dibantu dengan menyerahkan berkas ke sekolah, lalu dibantu oleh panitia atau operator sekolah. Keluhan mengenai akses server yang sering bermasalah pun ada disampaikan ke kami,” ungkapnya.

Baca Juga  Polda Banten Bersama Komunitas PIC Salurkan Puluhan Paket Sembako dan Masker Kepada Anak-anak Yatim

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Wanasalam, Jusari menambahkan PPDB ada 4 jalur, yaitu Zonasi, Afirmasi, Prestasi dan Perpindahan Orang Tua.

“PPDB ada 4 kriteria seperti yang saya sebutkan tadi, mengenai kendala server atau ada trouble sistem, ya mungkin karena masih baru. Selain itu ada kendala juga beberapa wilayah masih blank spot, lalu kendala koordinat yang terkadang tidak sama dengan alamat calon siswa-siswi,” terang Kepsek di ruangannya.

Baca Juga  Facebook Kenalkan Pusat Informasi Ilmu Iklim

Mengenai pendaftaran secara online, Jusari menjelaskan bahwa hal tersebut adalah keinginan pihak provinsi yang tentunya sebagai antisipasi agar tidak terjadi kerumunan dimasa pandemi.

“Provinsi inginkan agar calon siswa-siswi daftar dirumah, ketika kesulitan, kita sifatnya hanya membantu. Siswa-siswi serahkan berkas dan langsung disuruh pulang lagi. “Untuk kuota ada 7 kelas dengan masing-masing rombel 36 siswa-siswi,” pungkasnya. UZEX

News Feed