oleh

KPM Pakuhaji Keluhkan Uang BPNT dan PKH Yang Tak Kunjung Cair

KABUPATEN TANGERANG,– Sejumlah warga Desa Kohod,  Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang yang termasuk ke dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menyesalkan tidak kunjung cairnya anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bahkan mereka mengaku bantuan tersebut sudah tidak mereka terima sejak lama.

Salah satu warga Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji yang berinisial S mengatakan, dirinya yang merupakan salah satu KPM BPNT dan PKH sudah bertahun-tahun tidak kunjung cair. Sementara BPNT sudah tiga bulan hanya cair sembako saja, tidak beserta uangnya. 

“Kalau PKH sudah sekitar 3 tahun Kalau BPNT saya masih terima sembako tapi uangnya tidak, ” kata S, saat ditemui Redaksi24.com grup Siberindo di rumahnya, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga  Penerima BST dan PKH di Kota Pekalongan Dapat Tambahan Bantuan Beras

Menurutnya, kejadian tersebut sudah sering terjadi dan tidak hanya dirinya. Menurut S banyak KPM yang mengeluhkan, hanya saja para KPM tidak berani untuk buka suara karena ketika para KPM mempertanyakan atau protes, langsung mendapat intimidasi dan ancaman dari pendamping. 

“Pada takut, soalnya pernah terjadi protes lalu diancam sama oleh pendamping akang dicoret dan dilaporkan polisi. Namanya warga polos jadi pada takut dan nurut saja dengan pendamping,” terangnya. 

Baca Juga  Verivali Data Efektifkan Bansos dan Dorong Kemandirian Ekonomi

Senada, salah satu KPM yang berinisial N juga mengatakan, sudah 6 bulan anggaran PKH nya tidak kunjung cair. Saat N bertanya kepada pendamping, alasannya belum dicairkan oleh pemerintah.

“Sudah ada 6 bulan gak cair-cair. Saat saya tanya ke pendamping katanya belum dicairkan oleh pemerintah, ” ujarnya. 

Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Tangerang, Syafei mengatakan, bahwa banyak faktor yang membuat tidak cairnya PKH, salah satunya tidak validnya NIK. Namun, dia menegaskan akan menindak lanjuti keluhan masyarakat Kampung Pintu Air, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji.

Dia juga mengatakan, akan memanggil dan menanyakannya kepada pendamping PKH di Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji. 

Baca Juga  Tingkatkan Kecepatan Pelayanan Bagi Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Jasa Raharja Cabang Banten Bekerjasama Dengan Puskesmas Saketi

” Memang ada beberapa faktor kenapa tidak cair. Tetapi ini menjadi laporan baru, kita akan tindak lanjut dan analisa, ” ujarnya.

Sementara itu Camat Pakuhaji Asmawi menambahkan, dirinya baru mengetahui terkait adanya persoalan di PKH di Desa Kohod. Pasalnya menurut Asmawi, hingga saat ini belum ada warga yang melapor. 

Namun, Asmawi menegaskan dengan adanya persoalan ini pihaknya akan memanggil pendamping PKH Desa Kohod untuk dimintai klarifikasi.

“Saya baru tahu, tapi ini laporan yang penting. Kami akan tindak lanjut, akan kami panggil pendampingnya, ” katanya.(Hendra/R24)

News Feed