oleh

Kota Bogor Diguyur Hujan 5 Jam

Bogor – Hujan yang berlangsung selama sekitar lima jam Kota Bogor menyebabkan bencana di sejumlah titik, Minggu (7/11/2021). Hanya dalam waktu lima jam, sejak Minggu sore, tercatat 24 bencana terjadi bencana.

Kejadian bencana itu didominasi oleh tanah longsor dan Banjir lintasan. Sejumlah wilayah terendam Banjir hingga setinggi satu meter. Tidak jarang, Banjir merendam jalan-jalan utama di Kota Bogor.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terlaporkan 24 kejadian bencana terdiri dari 12 kejadian Banjir lintasan, 9 longsor, dan tiga kejadian lagi pohon tumbang, tebing ambrol, dan pondasi retak.

Baca Juga  Kota Bogor Diguyur Hujan Lebat Serta Angin Kencang, Mengakibatkan Empat Mobil Rusak Tertimpa Pohon

“Ada 24 kejadian bencana Minggu kemarin, semuanya sudah dalam penanganan dan wilayah paling banyak terjadi di wilayah Bogor Utara,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Theofilo Patrocinio Freitas, Senin (8/11/2021), dilansir beritasatu.com.

Ia mengatakan, sebagian besar bencana terjadi merupakan bencana minor. Tidak menimbulkan jiwa atau kerusakan parah. Hanya saja, bencana itu berdampak pada aktivitas warga.

Baca Juga  DJKI dan Kemenkum Malut Bahas Program Prioritas Pelayanan dan Penegakan Hukum Kekayaan Intelektual

Theo mengakui, banyak laporan bencana yang masuk kepada timnya. Hanya, mereka juga terkendala dengan personel yang terbatas.

Banyaknya kejadian bencana di sejumlah tempat dalam waktu yang bersamaan tidak bisa langsung dijangkau. BPBD Kota Bogor perlu menyambangi lokasinya untuk asesmen secara bergantian.

Theo meminta agar masyarakat ikut mewaspadai hujan yang masih berlangsung saat ini. Longsor juga bakal mendominasi kejadian bencana karena sering ditemui di posisi permukiman dengan tebingan dan sungai.

Baca Juga  Tingkatkan Kualitas Layanan Publik dan WBP, Lapas Pasir Putih Punya Inovasi Si Layan Hanapi

“Penekanan kepada masyarakat terutama di daerah yang rawan longsor tebingan agar lebih waspada dan melihat serta mengukur potensi kerawanan di daerah masing-masing. Dengan begitu, bisa mengurangi risiko bencana terutama berhubungan dengan nyawa,” kata Theo.

Ia pun berharap tak ada kejadian bencana dalam skala besar. Meskipun Ia juga mengakui, 24 kejadian bencana yang terjadi dalam sehari merupakan rekor terbanyak dalam sebulan terakhir. (*/cr2)

News Feed