oleh

Kasus Aktif Covid-19 Di Jakarta Terus Mengalami Penurunan

Jakarta – Kasus aktif Covid-19 di Jakarta terus mengalami penurunan dan hingga saat ini tersisa 556 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 212 orang yang masih dirawat di 140 rumah sakit rujukan Covid-19 dan 344 orang lainnya menjalani isolasi mandiri.

“Jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 37 kasus (dari sehari sebelumnya), sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 556 baik orang yang masih dirawat maupun yang menjalani isolasi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Jumlah kasus aktif saat ini menurun sebanyak 312 kasus jika dibandingkan sepekan sebelumnya. Pada saat itu, tepatnya 11 November 2021, jumlah kasus aktif di Jakarta sebanyak 868 kasus. Jika dibandingkan pada dua pekan sebelumnya, yakni pada 4 November, jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta saat ini berkurang sebanyak 420 kasus. Saat itu, kasus aktif di Jakarta mencapai 976 kasus.

Baca Juga  RT Zona Merah di Jakarta Sudah Mulai Pulih

Fakta ini menunjukkan kasus aktif Covid-19 di Jakarta masih konsisten menurun, meskipun terjadi banyak pelonggaran aktivitas selama masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 di Jakarta.

Bahkan, kasus aktif saat ini tidak mencapai angka 0,1% dari total kasus positif Covid-19 di Jakarta yang sudah mencapai angka 863.134 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.

“Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 849.007 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.571 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%,” ungkap Dwi.

Meski demikian, Dwi meminta masyarakat tetap waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Hal ini lantaran persentase kasus positif Covid-19 atau positivity rate selama sepekan terakhir mengalami kenaikan, meski angkanya tidak terlalu singnifikan. Saat ini, angka positivity rate di Jakarta sebesar 0,6% atau naik 0,1% dari sepekan sebelumnya.

Baca Juga  Pemprov Banten Tindaklanjuti Aspirasi Serikat Buruh Sesuai Kewenangan

Angka 0,6% sebenarnya masih jauh dari ambang batal ideal positivity rate yang ditetapkan oleh WHO, yakni 5%. Angka 0,6% ini berarti jika 100 orang dilakukan tes PCR hari ini, maka hanya satu orang yang didiagnosis positif Covid-19 dan sisanya, 99 orang dinyatakan negatif Covid-19. DKI Jakarta, pernah berada pada angka positivity rate 48%, yakni pada pertengahan Juni 2021. Saat itu merupakan puncak gelombang kedua pandemi Covid-19. Dengan positivity rate 48% menunjukkan dari 100 orang yang dites PCR, terdapat 48 orang dinyatakan positif Covid-19 dan sisanya negatif Covid-19.

Angka positivity rate di Jakarta ini secara umum menggambarkan situasi Covid-19 di Jakarta. Hal ini karena testing PCR di Jakarta dalam sepekan terakhir juga sangat tinggi, yakni 10 kali lipat dari standar minimal yang ditetapkan WHO di mana dalam sepekan terakhir jumlah tes PCR sudah mencapai 102.181 orang. WHO menetapkan standar tes sebanyak 10.645 orang dites PCR per minggu di Jakarta. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 676.961 per sejuta penduduk.

Baca Juga  BPS Catat Kenaikan Kunjungan Wisman ke DKI Jakarta

Lebih lanjut, Dwi mengatakan Pemprov DKI masih terus berupaya mengendalikan pandemi Covid-19. Sejumlah langkah yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta adalah terus meningkatkan kapasitas testing, tracing dan treatment atau 3T, melakukan pengawasan penerapan protokol kesehatan di sejumlah sektor serta terus menggenjot vaksinasi Covid-19.

“Mengingat, vaksinasi Covid-19 saat ini hanya mengurangi dampak keterpaparan, masih terdapat kemungkinan tertular dan menularkan virus Covid-19 jika longgar terhadap protokol kesehatan dalam keseharian. Kami masih membutuhkan peran serta masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan,” kata Dwi.(*/cr2)

News Feed