oleh

Mahasiswa Pemegang Ijazah Muadalah di Terima Al-Azhar Kairo

Kairo – Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad At-Thoyyib menegaskan calon mahasiswa yang sudah memiliki ijazah muadalah (penyetaraan dengan Al-Azhar) dapat mendaftar di Universitas Al-Azhar tanpa mengikuti ujian seleksi.

“Grand Syaikh menyambut baik semua lembaga pendidikan yang akan mengajukan muadalah dengan Al-Azhar,” ujar Ahmad At-Thoyyib ketika menerima kunjungan Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM)/Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Amal Fathullah Zarkasyi di kantornya Masyikhotil Azhar, Kairo, baru-baru ini, dilansir beritasatu.com.

Dalam kesempatan itu Ahmad At-Thoyyib mengatakan hendaknya para ulama Indonesia memanfaatkan lulusan-lulusan Al-Azhar dalam menyebarkan wasathiyyat Islam ke seluruh pelosok Indonesia.

Baca Juga  Gubernur Banten Andra Soni Dampingi Kapolri Tinjau Bakti Kesehatan dan Donor Darah Hari Bhayangkara ke-79

Al-Azhar menjadi kiblat pendidikan di dunia, menjadi rujukan keagamaan, dan menjadi pelopor dalam mensyiarkan wasathiyyat Islam.

“Alumni Al-Azhar menjadi duta Al-Azhar dalam menyebarkan paham wasatiyyat Islam,” tegasnya.

Dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (9/12/201), Delegasi FKPM yang terdiri dari pondok pesantren modern dan salafiyah (tradisional) sebelumnya telah bertemu dengan Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Muhammad Ad-Dhuwaini dan Sekjen Pusat Riset keIslaman Al-Azhar (lembaga yang menangani penyetaraan ijazah Al-Azhar) Nadzir Ayyadh.

Baca Juga  Perkuat Ketahanan Pangan, Gubernur Banten Andra Soni: Pemprov Banten Tingkatkan Produksi Tanaman Jagung

Delegasi dipimpin Waketum DMI Komjen (Purn) Syafruddin. Pada pertemuan tersebut Wakil Grand Syaikh dan Sekjen Pusat Riset Al-Azhar menyambut baik rencana puluhan pesantren modern dan salafiyah untuk mengajukan muadalah dengan Al-Azhar. Bahkan Wakil Grand Syaikh meminta kepada Sekjen agar dilakukan bantuan dan upaya maksimal untuk menyelesaikan proses muadalah pondok-pondok pesantren.

Baca Juga  Kemenkumham Malut Dorong 2 Produk Otentik Asal Malut Jadi Indikasi Geografis

Al-Azhar menerapkan persyaratan muadalah ijazah terhadap semua calon mahasiswa yang akan mendaftar kuliah di Universitas Al-Azhar.

Dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pejabat Al-Azhar, delegasi FKPM yang dipimpin Komjen (Purn) Syafruddin dan KH Amal Fathullah Zarkasyi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Mesir dan Al-Azhar, yang telah mendidik, membantu dan mendukung dan memberikan iklim yang kondusif bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia selama belajar di Al-Azhar.(*/cr2)

News Feed