Lebak – Siberindo.co
Tidak lama lagi Pesta Demkorasi Pemilihan Kepala Desa di Kabupaten Lebak akan berlangsung, berbagai kesibukan tampak terlihat diwilayah yang akan melaksanakan pesta demokrasi tersebut, terutama para panitia pemilihan Kepala Desa, dengan harapan semua dapat berjalan dengan lancar dan kondusip, namun harapan itu terkadang tidak sesuai dengan kenyataan, seperti contoh di Desa Jagaraksa Kecamatan Muncang, akibat di duga suasana yang kurang kondusip, pada akhirnya beberapa Pantia Pemilihan Kepala Desa memundurkan diri sebelum pesta di mulai, jelas ini sangat mengundang tanda tanya yang sangat besar.
Menurut salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, beberapa panitia Pilkades telah memundurkan diri, dengan alasan karena adanya ancaman dari pihak luar yang membuat tidak nyaman dan takut keamanannya tidak terjamin, namun hingga saat ini belum diketahui bagaimana ancaman tersebut dan apa alasanya.
Dengan adanya panitia yang memundurkan diri, kabarnya beberapa Bakal Calon(Balon) Kades yang berencana mendaftar akibatnya menjadi terhambat, karena kejadian tersebut.
Dengan jumlah panitia kurang dari jumlah yang seharusnya atau yang di sebut tim 9, otomatis pemilihan Kepala Desa tidak akan dapat dilaksanakan,
guna kelanjutannya panitia diDesa kami langsung berganti itupun tidak diketahui kapan dan dimana acara musyawarahnya.
Berdasarkan kondisi yang tidak kondusif itu ia berharap kepada pihak Pemerintah untuk turun langsung melakukan pantauan proses Pilkades didesanya harapnya.
Sementara ditempat terpisah H. Rosid selaku Camat Kecamatan Muncang saat di konfirmasi mengakui bahwa proses Pilkades didesa Jagaraksa Kecamatan Muncang memang agak memanas sehingga ada ketua Panitia Pilkades yang mengundurkan diri dengan alasan keselamatan, dan itupun hanya ketuanya saja yang lainya tidak.
“Yang mengundurkan diri hanya ketuanya saja yang lainya tidak adapun alasanya adalah Faktor keamanan”. ujarnya.
Sedangkan SK yang digunakan tetap SK yang lama yang digunakan hal tersebut karena tidak mungkin diadakan lagi pemilihan untuk panitia.
“SK panitia yang digunakan tetap SK yang lama tapi orang yang baru”. Dan itu tidak masalah, sedangkan mengenai masih adanya yang masih mendaftar itu kita tunggu keputusan panitia desa dulu untuk memeriksa kelengkapan berkas-berkasnya.
(S) Sala satu anggota panitia yang mengundurkan dari kepanitiaan pilkades jagaraksa, mengatakan ” Secara pribadi saya mengundurkan diri dari kepanitiaan Pilkades Jagaraksa, karena suasananya yang kurang kondusip, yang saya takutkan terjadi kekisruhan yang mengancam pada keselamatan diri saya, makanya lebih baik saya mundur. Terangnya.
Empud ketua panitia desa jagaraksa sekaligus tim 9 mengatakan membenarkan 6 anggota panitia yang terdiri dari parades semua mengundurkan diri, saya juga sempat pada tgl 17 /9/2022. Mengundurkan diri tapi saya bisa kerja lagi dan terkait SK panitia yang lama masih ada dengan nama nama yang lama karena di aturan gak bisa di bikin lagi kami pun membentuk penitia baru pungkasnya.
Kajdian ini mengundang reaksi dari Taufik Sudrajat Sekjen Ormas LMPI DPC – Lebak.menurutnya.
” Perihal pengunduran diri beberapa panitia Pilkades Jagaraksa, tentunya bukti Politik yang kurang sehat dan tidak profesional, apalagi jika ada dugaan ancaman yang membuat para panitia yang telah terbentuk mengundurkan diri, dengan alasan faktor keamanan, ini jelas membuktikan bahwa buruknya perpolitikan di Negeri ini, sebab ditingkat Desa saja sudah menciptakan suasan yang kurang kondusip , seharusnya orang yang berani terjun kedunia politik berarti dia sudah siap segalanya, seorang kandidat yang siap tampil bertarung harus bisa menerima kenyataan, menang kalah itu biasa, bukan harus mengintimidasi sehingga suasan kondusip berubah menjadi kekisruhan, sementara pertandingan belum dimulai, apalagi jika ancaman iti datangnya dari yang bukan kandidat, tentunya ini harus di usut tuntas. Ungkapnya.
(yt)










