SIBERINDO.CO -Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang Kanwil Kemenkumham Banten, secara rutin melakukan pembinaan kerohanian bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP).
Pembinaan kerohanian dan ibadah keagamaan dilakukan untuk menciptakan insan rohani yang berkarakter, sesuai dengan agama yang dianut para WBP. Mengingat para warga binaan yang saat ini menghuni Lapas berasal dari latar belakang keagamaan yang berbeda-beda.
Plt Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Perempuan Kelas IIA Tangerang, Yekti Apriyanti menyampaikan, kegiatan ibadah kerohanian masing-masing agama dilaksanakan di rumah-rumah ibadah yang tersedia di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang.
“Warga binaan Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang, berasal dari latar belakang keagamaan yang berbeda-beda, seperti Islam, Kristen, dan Budha. Kegiatan keagamaan secara rutin kami laksanakan dan senantiasa berjalan dengan harmonis dan damai,” terang Kalapas.
Lanjut Kalapas, pada hari ini, mengaji pada pagi hari merupakan salah satu sarana pembelajaran bagi Narapidana yang belum bisa membaca Al-Quran. Giat ini dilakukan secara rutin agar dapat memperbaiki dan memperlancar bacaan Al-Quran dengan benar. Kemudian bagi WBP yang telah bisa bisa membaca Al-Quran, juga turut mengikuti untuk memperlancar kemampuan membaca Al-Quran.
Sedangkan bagi warga binaan yang beragama Kristen, melaksanakan ibadah di Gereja, yang juga tersedia di Lapas. Ibadah di Gereja merupakan salah satu program pembinaan terhadap narapidana dari bagian kerohanian.
Termasuk bagi warga binaan yang beragama Budha, secara rutin dan konsisten melaksanakan sembahyang di Vihara yang tersedia di Lapas. Mereka dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan rutin untuk mendapatkan kedamaian dan ketentraman jiwa.
Kalapas menjelaskan, ibadah keagamaan selain untuk mempermudah pengurusan integrasi, minat WBP dalam menunaikan ibadah cukup tinggi. Hal ini mencerminkan diterimanya nilai-nilai kerohanian yang telah didapat untuk taat kepada Tuhan sebagai bentuk kekonsitenan dan loyal kepada ajaran agama.
Mereka sangat menyambut baik atas kelengkapan dan ketentaraan rumah ibadah yang tersedia di Lapas. Sehingga diharapkan melalui kegiatan kerohanian dan
ibadah akan berdampak postif bagi kehidupan di lingkungan Lapas.
“Pembinaan secara rohani dan ibadah keagamaan secara rutin dan konsisten dilakukan, guna menciptakan insan rohani yang berkarakter, sehingga dapat menciptakan situasi Lapas menjadi harmonis, aman, nyaman dan memberikan ketenangan di setiap masa pembinaan di Lapas Perempuan Kelas IIA Tangerang,” jelas Kalapas.(*****)










