oleh

Pendaftaran Ditutup, 1.086 Dosen Ajukan Insentif Ma’had Aly 2026

BANTEN.SIBERINDO.CO – Pendaftaran Bantuan Dana Insentif bagi Dosen Bukan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Ma’had Aly ditutup pada 1 Oktober 2026. Dibuka sejak 21 September 2026, Ditjen Pesantren mencatat ada 1.086 dosen Ma’had Aly yang mendaftar.

Bantuan diberikan kepada dosen Ma’had Aly non-ASN yang memenuhi persyaratan sebesar Rp1 juta per bulan. Kemenag menyiapkan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk program insentif tersebut.

Tahap selanjutnya, Kemenag melakukan verifikasi dan validasi pada 9–16 Oktober 2026. Penerima bantuan rencananya akan diumumkan pada 21 Oktober 2026 melalui kanal informasi resmi Direktorat Pesantren dan/atau aplikasi SIKAP. Jumlah penerima akan disesuaikan dengan kuota dan ketersediaan anggaran.

Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, mengatakan program insentif ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap dosen Ma’had Aly non-ASN. Mereka memiliki peran strategis dalam keberlanjutan pendidikan tinggi pesantren.

Baca Juga  FOKKS Harap Walikota Serang Segera Selesaikan Masalah PPDB

Menurut Basnang, dosen Ma’had Aly tidak hanya menjalankan fungsi pengajaran, tetapi juga berperan dalam menjaga tradisi keilmuan Islam dan menyiapkan kader ulama.

“Dosen Ma’had Aly memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan tradisi keilmuan pesantren dan menyiapkan kader-kader ulama. Karena itu, pemerintah terus berupaya memberikan dukungan agar mereka dapat menjalankan tugas pendidikan dan pengabdian secara optimal,” ujar Basnang di Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Ia menilai dukungan pemerintah terhadap dosen Ma’had Aly perlu ditempatkan dalam kerangka penguatan ekosistem pendidikan pesantren. Pemberian insentif, kata dia, bukan semata-mata menyangkut dukungan finansial, tetapi juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan proses pendidikan di Ma’had Aly.

Baca Juga  Pajak Banten dan Perdami Gelar Baksos Operasi Katarak Gratis

“Bantuan ini bukan semata-mata mengenai dukungan kesejahteraan. Lebih jauh, kami ingin memperkuat ekosistem Ma’had Aly dan memastikan para dosen memperoleh dukungan untuk terus mengembangkan pendidikan, tradisi keilmuan, dan kaderisasi ulama di pesantren,” katanya.

Penguatan Ma’had Aly

Direktur Pendidikan Ma’had Aly, Muhammad Adib, mengatakan penguatan Ma’had Aly tidak dapat dipisahkan dari penguatan kualitas sumber daya manusia yang menjalankan proses pendidikan.

Menurut Adib, dosen memiliki posisi penting dalam menjaga kesinambungan tradisi keilmuan pesantren sekaligus mengembangkan pendidikan Ma’had Aly agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

“Penguatan Ma’had Aly tidak hanya berbicara mengenai kelembagaan, tetapi juga mengenai kualitas sumber daya manusia. Dosen memiliki posisi penting dalam menjaga tradisi keilmuan sekaligus mengembangkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Adib.

Baca Juga  Bank Syariah Indonesia Lakukan Sosialisasi Tabungan Haji dan Investasi Emas Kepada Pegawai dan WBP LPP Tangerang

Ia mengatakan pemberian insentif kepada dosen non-ASN merupakan salah satu bentuk afirmasi pemerintah terhadap sumber daya manusia di lingkungan Ma’had Aly.

“Insentif ini menjadi salah satu bentuk afirmasi terhadap para dosen Ma’had Aly. Namun, yang lebih penting adalah memastikan dukungan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan dan keberlanjutan tradisi keilmuan di Ma’had Aly,” katanya.

Menurut Adib, penguatan dosen perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran, pengembangan karya ilmiah, riset, serta tata kelola akademik.

Hal tersebut menjadi semakin penting karena Ma’had Aly memiliki karakter khusus sebagai pendidikan tinggi berbasis pesantren yang berorientasi pada pengembangan tafaqquh fiddin dan kaderisasi ulama.(***)

 

News Feed