BANTEN – Selain terkenal dengan destinasi wisata religi, Banten dengan keindahan alam pantainya juga telah lama menjadi destinasi wisata baik lokal, nasional maupun mancanegara.
Dengan potensi yang dimiliki Banten tersebut, Pemerintah Propinsi Banten bersama beberapa pelaku usaha pariwisata, kalangan ulama dan juga tokoh pendidikan menggelar Forum Dialog Wisata Halal dengan tema “Banten Menuju Destinasi Wisata Halal Dunia” di Kawasan Wisata Halal Baduy Outbond, Baros, Kabupaten Serang, Kamis, 25 Maret 2021.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dalam sambutannya yang disampaikan secara virtual mentargetkan agar Banten masuk 10 besar destinasi wisata ramah muslim di Indonesia bisa segera terealisasi dengan diciptakannya destinasi wisata halal ini.
Sementara itu Guntur Subagja Mahardika, Staff Khusus Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi dan Keuangan dan Ketua Dewan Pembina Insan Pariwisata Indonesia (IPI) siap berperan aktif menjalankan Program Wakil Presiden, yaitu Desa Wisata dengan program bertajuk Desa Wisata Agro (Dewa), Desa Wisata Industri (Dewi) dan Desa Digital. yang mendorong bangkitnya pariwisata Indonesia agar wisata halal menjadi pilihan semua orang muslim, karena kebersihannya, kehalalannya, kenyamanannya tanpa melupakan fasilitas untuk beribadah.
Konsep pengembangan pariwisata halal Indonesia sendiri merupakan konsep wisata yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan pengalaman wisata muslim. Konsep itu diantaranya: layanan makanan dan minuman halal, fasilitas ibadah berkualitas, toilet bersih dengan air memadai, bebas dari islamophobia, memberi nilai manfaat sosial, program ramadan, pengalaman unik bagi wisatawan muslim, bebas dari aktivitas non halal, penyediaan area rekreasi dengan privasi.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, Dr. H. A.M. Romly, juga mendukung penuh untuk menjadikan Banten sebagai destinasi wisata halal dunia. Pihaknya bersama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) siap mensertifikasi kehalalan pariwisata, sehingga wisata halal di Banten memiliki sertifikasi standar nasional maupun internasional
Beberapa provinsi di Indonesia tidak kalah cepat menunjukkan eksistensi kotanya layak menjadi kawasan wisata halal dunia, salah satunya adalah Lombok, NTB yang pernah mendapatkan predikat ‘Destinasi Wisata Halal Dunia 2019’ dari Global Muslim Travel Indeks (GMTI).
Sementara itu Rektor Untirta, Prof. Dr. H. Fatah Sulaiman, S.T, M.T, bagian dari pentaholix memaparkan tentang Wisata Halal bagi Peningkatan Kesejahteraan di Provinsi Banten. “Kami akan mempersiapkan SDM, generasi selanjutnya lulusan Untirta siap mendorong agar Banten menjadi pilihan Destinasi Wisata Halal Dunia.” Ujar Prof. Fatah.
Sedangkan Ketua Harian Persatuan Hotel Republik Indonesia (PHRI), Ashok Kumar, menyampaikan keprihatinannya terkait pandemi covid-19.
Menurutnya saat ini pengusaha hotel dan restoran sangat merasakan dampak langsung. Dia berharap dengan ditetatpkannya Banten menjadi Destinasi Wisata Halal Dunia menjadi motivasi bagi PHRI untuk mempromosikan Banten ke mancanegara.
Hal serupa disampaikan Direktur Banten Wisata Tourism Development, Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, Poernomo Siswoprasetijo, pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya untuk semua wisatawan untuk menikmati panorama di Tanjung Lesung. Apalagi saat ini Tanjung Lesung menjadi kawasan dengan fasilitas tol khusus langsung, sehingga perjalanan ke Tanjung Lesung dapat relatif lebih cepat.
Terakhir, Drs. H. M. Agus Setiawan, A.W., M.Si, selaku Kepala Dinas Pariwisata Banten menyampaikan “Wisata Halal bukan wisata yang dikhususkan bagi umat muslim saja, tetapi juga untuk semua agama, semua orang. Wisata halal memiliki nilai lebih dibanding wisata biasa sehingga menjadi pilihan wisata baik dalam maupun luar negeri dengan pelayanan yang memperhatikan aspek kebersihan, makanan halal, fasilitas beribadah, dan standar kompetensi BPJPH.” Tutup Agus Setiawan.
Kegiatan ini mengikuti standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yaitu jaga jarak, cuci tangan, pakai masker. Kegiatan ini dihadiri peserta mulai dari para pelaku dan praktisi, pemerhati pariwisata di dalam negeri dan luar negeri melalui aplikasi online zoom meeting.(*)










