LEBAK – Bupati Lebak, Iti Octavia Jayabaya dengan raut wajah yang sedih, meminta warga patuhi protokol kesehatan karena jumlah positif copid 19 semakin bertambah. Selasa, (22/9/2020)
Dalam sebuah tayangan video berdurasi 1 menit 57 detik yang diunggah akun facebook Setiawan Amarullah Iwan pada Senin Malam (21/9) Iti Octavia mengutarakan kesedihannya karena jumlah yang positif terpapar meningkat, dari sebelumnya 136 bertambah lagi hari ini (Senin-red) 9 orang dari kluster umum. Kluster umum yang dimaksud orang nomor 1 di Lebak ini adalah mereka di luar yang kontak erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif sebelumnya.
“Masih abai dan tak mau peduli dengan copid 19 ? Saya sangat sedih sekali masyarakat masih tidak mematuhi aturan protokol kesehatan,” ucap Iti dengan mimik yang gusar.
“Hayu babarengan, piraku untuk membasmi ini teu daek bareng bareng ? Hayu urang lawan bareng bareng (Ayo sama-sama, masa untuk nembasmi ini (copid) gak mau sama sama ?-Red),” kata Iti.
Iti juga meminta warganya untuk mematuhi aturan pencegahan.copid 19. Terlebih kata dia, bulan depan akan memasuki bulan Mulud atau Maulid Nabi, yang biasanya dirayakan secara besar -besaran oleh warga.
Namun di masa pandemi ini, bupati Lebak meminta agar warga menunda merayakan maulid untuk menghindari kerumunan banyak orang.
“Biasa kita merayakan maulid nabi besar besaran di desa -desa, di kampung-kampung, mohon karena ini di tengah pandemi copid 19, saya mohon untuk menunda itu dulu (merayakan maulid-red) supaya kita bisa memghindari kerumunan kerumunan banyak orang, sehingga dari 136 dan hari ini bertambah 9 ini bisa kita entaskan dan kita sembuhkan sehingga masyarakat kabuoaten Lebak bisa berdampingan secara hidup sehat dan beraktifitas seperti sedia kala,” kata Iti Octavia dalam unggahan video tersebut.
Iti juga bertutur tentang tenaga kesehatan yang berjibaku di garis depan menolong pasien copid.
“Mari kita juga bantu tenaga kesehatan kita, karena mereka juga ingin nerkumpul dengan keluarga dan tak hanya berkutat membantu yang positif copid,” tuturnya.
Diakhir unggahan video itu Iti mengatakan, takdir memang kalau sudah mati, tapi kita harus berikhtiar untuk menjaga itu dan tidak memaparkan virus itu kepada orang lain.
(DS)










